Faktual,Net. Tidore, Malut. Konstalasi politik jelang pemilihan Kepala Desa pada tanggal 26 Juni 2021 mendatang mulai hangat diperbincangkan. Salah satunya di Desa Garojou Kecamatan Oba Utara.
Sejumlah figure mulai diwacanakan, hingga perang urat saraf melalui media sosial ikut digencarkan. Terdapat dua nama yang kian meroket diantaranya Halil Sabtu dan Sarif S Kalabo.
Sarif adalah kandidat pendatang baru yang akan berhadapan dengan Halil Sabtu selaku petahana, meski begitu Sarif sangat optimis untuk memenangkan pertarungan tersebut.
Kepada sejumlah Media, Sarif mengaku sangat siap untuk memimpin Desa Garojou. Untuk membuktikan keseriusannya, segala administrasi mengenai keperluan pendaftaran juga telah ia siapkan.
“Saat ini semua berkas menyangkut administrasi telah saya siapkan, selanjutnya tinggal mendaftar,” tegasnya saat berbincang dengan sejumlah awak media, Minggu, (9/5/21).
Ais sapaan akrab Sarif S Kalabo ini menjelaskan, niatnya menjadi Kepala Desa Garojou semata-mata untuk kepentingan Rakyat dan kemajuan Desa, pasalnya banyak problem di Desa Garojou yang belum diselesaikan hingga saat ini, misalnya seperti pendidikan dan kesehatan. sehingga ia memastikan jika dirinya terpilih maka dua persoalan tersebut akan menjadi skala prioritas untuk diselesaikan sebagaimana amanah undang-undang.
“Saya melihat masih banyak warga kurang mampu yang ketika berobat itu membutuhkan biaya cukup besar hanya karena transportasi, sehingga kalau mereka pulang pergi dari Garojou ke RSUD Tidore maupun RSUD Sofifi. itu menelan biaya cukup besar, olehnya itu saya akan melakukan pengadaan Speedboat guna membantu keperluan orang sakit apabila mau berobat di RSUD Tidore. Karena kalau diharapkan RSUD Sofifi, itu selain tidak ada BPJS juga fasilitasnya masih banyak Yang kurang. Sedangkan soal pendidikan, itu masih banyak warga Garojou lulusan SMA yang tidak bisa melanjutkan Study ke perguruan tinggi karena biaya. Jadi kalau saya terpilih, maka akan saya biayai anggaran semester melalui ADD maupun DD bagi warga kurang mampu yang anaknya dikuliahkan di Perguruan Tinggi khusus untuk Starata Satu (S1),” ungkapnya.
Selain itu, kata Ais sejak dulu Garojou sangat dikenal dengan potensi hasil pertanian, sehingga jarang bagi masyarakat Desa Garojou pergi ke pasar untuk berbelanja sayur-sayuran maupun Bawang, Rica dan Tomat (Barito). hal itu karena disetiap pekarangan rumah warga, dipenuhi dengan tanaman holtikultura. Namun karena saat ini sudah banyak rumah yang dibangun, sehingga warga harus membuka lahan baru di kebun yang berada di belakang Desa Garojou untuk bercocok tanam.
“Saya ingin Garojou kembali seperti dulu, dimana Garojou menjadi lumbung pertanian. Saya tidak memberikan surga telinga kepada masyarakat, tapi ketika saya terpilih maka Jalan tani yang menjadi harapan masyarakat akan saya bangun dengan Dana Desa, karena itu menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat. Karena dengan adanya Jalan tani maka dapat memudahkan masyarakat mengangkut hasil pertanian milik mereka,” tandasnya.
Olehnya itu, apabila dirinya diberi amanah memimpin Desa Garojou, maka iapun akan menghidupkan kreatifitas dan Inovasi anak muda dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif di bidang pertanian, yang nantinya akan didukung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga hasil produksi pertanian dari Desa Garojou juga memiliki Brand tersendiri.
“Anggaran Desa ini setiap tahun mencapai milyaran, kalau dimanfaatkan dengan baik tentu masyarakat tidak akan susah. Jadi apa yang saya programkan ini juga memiliki korelasi dengan Pemerintah Daerah melalui Visi Misi Walikota dan Wakil untuk Membangun Masyarakat Sejahtera Menuju Tidore Jang Foloi, karena ini merupakan wujud atas dukungan Pemerintah Desa terhadap Visi Misi Walikota dan Wakil,” pungkasnya.
Ais juga akan menghidupkan kembali tradisi lokal berupa ritual adat dan budaya yang selama ini sudah mulai hilang di Desa Garojou. Padahal penduduknya mayoritas berasal dari Kelurahan Kalodi, Kota Tidore Kepulauan.
“Garojou ini juga punya keterikatan yang sangat erat dengan Tidore, karena masyarakatnya mayoritas orang Kalodi. Sehingga budaya-budaya lokal yang menjadi tradisi orang Kalodi seperti Paca Goya, itu juga merupakan bagian dari budaya sebagian besar warga Desa Garojou,” tuturnya.
Reporter : Aswan
















