Faktual.Net, Tidore. Lemahnya Partai Politik (Parpol) dalam melakukan pendidikan politik terhadap masyarakat, membuat Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tikep sedikit kewalahan dalam melakukan pengawasan dan pencegahan atas beragamnya pelanggaran pemilu.
Ketua Bawaslu Kota Tikep Bahrudin Tosofu alias Kudin mengatakan bahwa saat ini peran Partai Politik dalam memberikan pendidikan politik masih sangat lemah, padahal persoalan itu merupakan tanggungjawab dari partai politik itu sendiri, hanya saja hingga saat ini peran itu belum begitu nampak ditunjukan oleh Partai Politik khususnya yang berada di Kota Tikep.
Untuk itu, ia berharap tanggungjawab mengenai partisipasi pemilu ini, juga bisa dilakukan secara bersama oleh semua kompenen terutama Partai Politik, sehingga dengan begitu masyarakat juga bisa menyadari akan cara berpolitik yang berkualitas.
“Partai politik yang kita harapkan bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat namun faktanya sampai saat ini masih banyak partai yang tidak melakukan demikian, hal ini tentu membuat kami agak kesulitan dengan keterbatasan anggota dan lain sebagainya. Untuk itu kami berharap peran ini bisa disikapi oleh partai politik, sehingga dengan begitu masyarakat juga bisa dicerdaskan soal politik itu sendiri,” ujarnya saat memaparkan materi pengawasan dan pencegahan dalam Partisipasi Pemilu yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Kota Tikep pada Kamis, 8/11/2018.
Selain itu, lelaki jebolan Fakultas Hukum Universitas Nuku Kota Tikep itu juga meminta kepada masyarakat agar turut mengawasi kinerja bawaslu, olehnya itu dengan berbesar hati ia membuka diri kepada semua pihak untuk memberi masukan dan kritikan yang positif ke Bawaslu Kota Tikep demi terciptanya pengawasan pemilu yang baik.
“Kami juga harus diawasi, demi menjaga integritas dan independensi dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
















