Faktual.net, Sinjai, Sulsel – Ketua Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (APKAN) RI DPD Sinjai, Andi Baso Lolo Supu. Merasa prihatin melihat kondisi Puang Nompo tinggal di di gubuk reyot seorang diri atau status jomblo.
“Saya minta pemerintah Daerah Sinjai, ikut berpartisifasinya untuk membantu Puang Nompo, warga Dusun Hempengnge Desa Aska” katanya
Mengingat bahwa di kabupaten Sinjai di tengah pandemi Covid 19, pertumbuhan ekonomi meningkat.
“Beliau kan status seorang diri atau jomblo dan saya harap pemerintah ada perhatian khusus, mengingan pertubuhan ekonomi di kabupaten Sinjai meningkat di tengah pendemi covid 19”. harap Andi baso.
Sementara PLT kadis Sosial, Andi Idnan menepis saat di komfirmasi, menuturkan bahwa rumah puan nompo perna diusulkan bedah Rumah tetapi tidak menuhi persyaratan karna belum berkeluarga dan memiliki Banyak Kebun.
“Sesuai keterangan yg saya dapat dilapangn pak, Alhamdulillah saya sempat ketemu di rumah Saudaranya, rumah Puang Nompo ini sudah sekitar lima tahun tidak pernah di tinggali dan roboh sekitar dua bulan yg lalu.” Ucapnya.
Ia menjelaskan “Sesuai Pengakuan Kepala Dusun Hempenge, Rumah Puang Nompo ini Pernah diusulkan Bedah Rumah tetapi tidak menuhi persyaratan karna belum berkeluarga dan puang Nompo katanya Memiliki Banyak Kebun dan sempat juga dia sebut punya dua petak sawah” jawab Idnan lewat whatsaap.
Di tambahkan oleh Andi Idnan, terkait perbedaan orang yang berkeluarga dengan tidak di segi status hak dan kewajiban.
“Bukan persoalan hak tetapi dia berbicara tentang aturan dan kondisi riiil dilapangan, Kalau menyangkut beda rumah untuk masyarakat miskin Dinsos, itu persyaratan wajib masuk DTKS Dinda sedangkan yg bersangkutan banyak kebunnya dan sawahnya sehingga dia pasti tidak masuk DTKS”. jawab Andi Idhan dalam penuturannya.
Editor : Dzul













