Ket Foto: Sirajuddin, S.H Kor. Alumni Hambalang Sinjai
Faktual.Net, Sinjai, Sulsel, -Sirajuddin, S.H Kor. Alumni Hambalang Sinjai, pertanyakan TFL bedah rumah 2021 yang di selenggarakan BP2P Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Provinsi Sulawesi Selatan. Jum’at. (05/03/2021)
Penerimaan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) bedah rumah 2021 yang di selenggarakan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Provinsi Sulawesi Selatan berdasakan evaluasi kinerja (Evkin) kuat dugaan berjalan tidak sesuai prosedur yang ada dan dianggap tidak profesional.
Hal tersebut diangga Sirajuddin dalam proses penetapan TFL BSPS 2021 Wilayah Sulsel disinyalir adanya praktek nepotisme dari sejak tahapan sampai penetapan nama-nama yang lolos.
Penerimaan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) 2021 yang dianggap tidak profesional ini karena dianggap tidak berdasarkan pada evaluasi kinerja tahun sebelumnya tapi diduga ada intervensi yang dilakukan oleh tim anggota Komisi V DPR RI.
“Meskipun dalam hal ini kami belum melihat langsung surat keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulsel akan tetapi aroma menyengat titip-titip nama sudah sangat tercium” ungkapnya
“Lucunya orang-orang yang telah berpengalaman dan sudah bekerja tahun-tahun sebelumnya itu kemudian diganti oleh tenaga fasilitator yang kami duga adalah titipan dari oknum yang mengatasnamakan tim rumah juang AIA” tandasnya
Disinyalir bahwa perekrutan TFL banyak dipengaruhi oleh Tim Rumah Juang AIA di dapil.
Ia mencontohkan terjadi di wilayah penempatan Kabupaten Sinjai dimana nama-nama yang dinyatakan lolos kami pikir tidak objektif dan terkesan tendesius adanya sebab ada beberapa orang yang merupakan putra Sinjai tidak diloloskan TFL hanya persoalan bukan pendukung AIA padahal mereka sudah bekerja sebelumnya sebagai TFL dan tidak diragukan lagi pengalamannya.
Ironisnya, “justru semua yang di titipkan untuk lolos adalah orang-orang dari luar kabupaten Sinjai untuk kemudian ditempatkan didaerah Sinjai. Yang membuat kami tidak terima karena ada dugaan bahwa tenaga fasilitator harus orangnya AIA “sebutnya
“Jadi kalau pendukungnya rudianto asapa yang mendaftar harus digugurkan? janganlah begitu sekarang bukan saatnya mempolarisasi antar pendukung dan saya minta AIA untuk menertibkan anggotanya ini tidak bagus kalau di biarkan begitu terus”. Tuturnya
Editor : Dzul















