Faktual.Net, Sinjai, Sulsel, Emansipasi adalah pembebasan dari perbudakan, persamaan hak dalam berbagai kehidupan masyarakat, sedangkan Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya lainnya.
Ruan diskusi diberi nama Ruang Emansipasi Sinjai (RES) diskusi bersama mengangkat “tema” Krisis ekologi diera milenial.
Diskusi publik dilaksanakan di Coffee Streep dijalan Tondong, Kecamtan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai. sabtu,(30/01/2021).
Diskusi hadirkan tiga pemateri yakni Aryanti Mahrik (Srikandi PP), Fandi Kaluhara (sekjend FPA), dan Nur Farizah, (kohati cab. Sinjai). Moderator Sabrina RES, berikut pesan pemateri.
“Jadilah perempuan yang setiap waktu bisa mengukir Sejarah yang baik dan bermanfaat untuk orang Lain dan yang terpentin yaitu selalu memberi ruang kepada perempuan untuk berkarya”. Aryanti Mahrik (Srikandi PP)
“Sekeren kerennya anak muda adalah yang butuhkan”, Fandi Kaluhara (Sekjend FPA(
“Pahamilah perasaan alam agar kita tau pentingnya alam bagi kehidupan kita”,
Nur Farizah (Kohati Cab.Sinjai)
Kesimpulan diskusi publik tersebut merupakan Patriarki yang melekat diera kapitalis menjadi faktor penyebab krisis ekologi diera pandemi Covid 19, yaitu;
- Pemanasan global yang berkepanjangan.
- Deficit produksi yang menurun hingga menyebkan kemiskinan dan konflik agraria diberbagai wilayah Serta perebutan sumber daya alam.
- Penyakit Epidemik yang menyebabkan kepunahan popolasi penduduk.
- Kemusnahan populasi penduduk karena Sumber daya yang terbatas.
- Perang Nuklir yang menyebkan kepunahan populasi penduduk.
Dalam kegiatan ini, dihadiri berbagai kalangan mulai dari Tokoh Pemuda, Mahasiswa, Aktivis Lingkungan, Founder Rumah Dongeng Sinjai, dan tamu undangan lainnya.
Susunan acara dimulai Tanda tangan spanduk, pembagian buket, diskusi publik, tanya jawab peserta, Doa bersama, pembagian sertifikat, Foto bersama RES. selesai aman dan tertib.
(Dzul)














