Faktual.Net, Kendari, Sultra — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari, kembali gelar webinar dengan mengusung tema “Dampak Penggunaan Vaksin Sinovac Covid-19 Bagi Masyarakat” bermaksud untuk mengetahui sekaligus menjawab keragu-raguan dari khayalak umum tentang vaksinasi Covid-19.
Dalam webinar kali ini DPC GMNI Kendari menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya yakni dr. La ode Rabiul Awal selaku ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara (Sultra), LM Rajab Jinik selaku Ketua Komisi lll DPRD Kota Kendari, Yuliastri Ambar Pabudhi selaku Ketua Ikatan Psikolog Klinis Sultra dan Ridwan Badallah selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sultra.
Ketua IDI Sultra La Ode Rabiul Awal yang disapa dr. Wayong, menyampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 bukanlah sesuatu yang berbahaya untuk dilakukan. Karena vaksin yang akan disuntikan sudah melalui beberapa uji tahap klinis. Kemudian setelah diberi vaksin bukan berarti untuk tidak mematuhi protokol kesehatan.
“Vaksinasi bukanlah obat penyembuh dari covid-19 melainkan sebagai pencegah agar kekebalan tubuh secara buatan dapat menguat,” ucapnya.
Ketua Komisis III DPRD Kota Kendari, Rajab Jinik mengutarakan, vaksinasi ini perlu dilakukan edukasi yang transparan secara terus menerus sehingga masyarakat tidak menjadi ragu dan takut untuk dikenakan vaksinasi.
“Pemerintah tidak mungkin membunuh rakyatnya dengan vaksin apabila tidak teruji secara klinis, akan mengundang unsur-unsur terkait untuk membahas terkait edukasi vaksinasi ke masyarakat Kota Kendari,” ujar Rajab, Kamis (21/01/2021).
Sementara itu Ridwan Badallah Kadis Kominfo Sultra menyatakan bahwa dari institusinya akan siap memberikan Informasi akurat yang dapat mengedukasi masyarakat terkait vaksin Covid-19.
“Menghimbau kepada masyarakat Sultra agar jangan percaya terhadap berita-berita yang tidak teruji secara ilmiah informasi terkait vaksin ini,” tandasnya.
Terakhir Yuliastri Ambar, Ketua Ikatan Psikolog Klinis Sultra menyampaikan bahwa perspektif masyarakat justru lebih terpengaruh atas berita dan sumber informasi yang tidak dapat disaring sebaik mungkin. Sehingga ini membuat mereka agak ragu-ragu untuk bersedia di beri vaksin.
“Secara psikologi akibat rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu, dapat membuat imun tubuh melemah dan berakibat pada ketidakmauanya untuk diberi vaksin,” pungkasnya.
Sebagai kesimpulan, Vaksinasi Covid-19 bukanlah sesuatu yang berbahaya, edukasi dan propaganda yang baik justru mendatangkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai positif. Dengan diberi vaksin kita dapat menguatkan imun tubuh kita dan bisa tercegah dari Virus Corona sembari menjalankan protokol kesehatan.
Laporan: Ikra
Editor: Kariadi















