Faktual.Net, Sinjai, Sulsel. Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PMPK Kemendikbud), kegiatan Workshop Penguatan TBM di SKB Kabupaten Sinjai, Kamis, (17/12/2020)
Diberi nama Workshop Penguatan TBM di SKB Kabupaten Sinjai, Bersumber dana bantuan pemerintah melalui APBN t.a 2020 dari DIPA dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK).
Ketua Wilayah Forum TBM Sul-Sel l, Darmawan Denassa dalam sambutannya : Yang mendapat bantuan workshop ini hanya ada 10 kab/kota di Indonesia, dan salah satunya adalah Kab. Sinjai. Kira harus berbangga karena SKB Kab. Sinjai menjadi salah satunya yang mendapatkan.
Mengingat Salah satu indikator SKB-Sinjai mendapatkannya adalah karena aktifnya PD-Forum TBM Sinjai melakukan kegiatan yang berkolaborasi bersama beberapa pihak terkait dan terjalinnya koordinasi antara PD Forum TBM bersama Pengurus Pusat Forum TBM dan Direktorat PMPK.
Sementara. Kepala Dinas Pendidikan, Andi Jefrianto Asapa dalam sambutannya menyatakan, “Pengelola TBM harus kreatif dan inovatif untuk bisa menjadikan TBM sebagai pusat informasi dan belajar masyarakat di sekitarnya. sehingga TBM tidak hanya menjadi tempat pajang buku, tapi bisa dimanfaatkan sebagai tempat belajar, rekreasi, riset, bahkan membuat usaha. pengelola TBM harus cakap, cerdas dan inovatif” kata Andi Jefri
Sedangkan, Kepala SKB – SINJAI pak Arifin Budi S.Pd berharap kegiatan penguatan TBM d SKB menciptakan pegiat literasi berkualitas.
“semoga dengan adanya bantuan berupa kegiatan workshop penguatan TBM di SKB mampu menciptakan pengelola dan pegiat literasi yang berkualitas dan handal dalam mengelola TBM”. harapnya
Kegiatan Workshop ini di buka oleh kepala dinas Pendidikan dan dihadiri oleh ketua PD FTBM SINJAI sebagai pendamping dan pemateri dalam kegiatan ini selama 7 hari ke depan.
Dikutip berbagai sumber maksud dan tujuan workshop merupakan sebuah kegiatan yang sengaja diadakan sebagai tempat berkumpulnya orang-orang yang berasal dari latar belakang serumpun untuk memecahkan suatu permasalahan tertentu dengan jalan berdiskusi ataupun saling memberikan pendapat antar satu anggota dengan anggota lainnya.
Adapun jenis workshop sebagai Berikut:
Workshop bersifat mengikat merupakan workshop yang hasilnya mengikat setiap peserta yang mengikutinya. Contoh workshop yang bersifat mengikat adalah workshop mengenai standarisasi ISO.
Workshop yang bersifat tidak mengikat merupakan workshop yang hasilnya tidak mengikat setiap peserta yang mengikutinya. Apapun hasil yang didapatkan dari workshop tersebut tidak wajib dituruti oleh setiap pesertanya. Contoh workshop yang bersifat tidak mengikat adalah workshop mengenai zat kimia berbahaya yang dihasilkan kendaraan.
(Dzul)
















