Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
DaerahOlahraga

Askot Tidore Mati Suri, Pengembangan Sepak Bola Kian Tenggelam

×

Askot Tidore Mati Suri, Pengembangan Sepak Bola Kian Tenggelam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Tidore. Banyaknya peminat dan bakat anak-anak muda di tidore dalam mengembangkan kualitas sepak bola di Kota Tidore Kepulauan (Tikep), namun hingga saat ini belum juga mendapat perhatian serius dari Organisasi yang memayungi cabang olahraga tersebut yakni Asosiasi Kota (Askot) Tidore.

Hal itu diduga karena Askot telah mati suri akibat tidak jelasnya kinerja secara struktural sehingga jarang beraktifitas dalam menghidupkan olahraga sepak bola, Padahal ada anggaran untuk pengembangan semua cabang olahraga yang melekat di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tikep untuk menghidupkan setiap kegiatan sepakbola dibawah kendali Askot.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Hal itu diakui sekretaris Koni Kota Tikep Abdul Kadir Ali kepada Faktual.Net saat ditemui di sekretariat Koni Kota Tikep berapa hari lalu, dia mengatakan untuk saat ini terkait dengan pengembangan sepakbola di Kota Tikep masih terkendala pada internal Askot, sehingga pihaknya kesulitan untuk mengalokasikan anggaran yang telah disediakan dalam pengembangan sepakbola.

“Untuk club-club sepakbola ini banyak, namun kami tidak bisa memberikan kepada mereka, sebab masih ada Askot. Sejauh ini Askot kemungkinan ada masalah internal sehingga belum terlalu aktif, kami juga mengharapkan agar Askot bisa kembali aktif agar dapat melakukan pembinaan bagi club-club sepakbola yang ada di Tidore,” ujarnya.

Lebih lanjut, lelaki yang juga merupakan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Nuku Kota Tikep itu tidak mau terlalu jauh mencampuri urusan Askot, meski begitu pihaknya tidak akan lepas tangan, sehingga tetap memfasilitasi induk-induk organisasi dibawah naungan KONI untuk diselesaikan permasalahannya, sebab persoalan tersebut merupakan kewenangan KONI Kota Tikep.

Baca Juga :  Laksus Minta Kejati Sulsel Dalami Pengakuan Andi Ina–Syahar Cs di Kasus Bibit Nanas

“Kalau saat ini yang aktif itu Taekwondo, Anggar dan lain sebagainya, tetapi kalau Askot belum kelihatan hingga saat ini, padahal mereka membawahi banyak club-club, jadi kemarin juga kami sudah berkoordinasi dengan salah satu pengurus Askot agar segera memanggil pengurusnya dan menyelasaikan masalah internal, sebab Koni tetap berpegang teguh pada aspek keadilan dalam pemerataan,” jelasnya.

Untuk itu Abd. Kadir menjelaskan bahwa kedepan, pihaknya akan fokus melakukan penataan administrasi, sehingga bagi club-club sepakbola seperti SSB yang mengikuti kegiatan di luar daerah dan harus mendapat bantuan dari KONI, maka wajib terdaftar melalui Askot, sehingga dengan begitu program tersebut bisa tercatat di Askot dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tempat terpisah ketika dikonfirmasi, ketua Askot Tikep Suldin Falabessy membenarkan persoalan tersebut, dia mengaku bahwa sebelumnya Askot memang ada masalah secara internal dimana terdapat dua pengurus Askot atas nama Hi. Haris dan Ota yang telah mengeluarkan rekomendasi terkait penurunan wasit di liga Gurabati Open Turnamen secara sepihak dan sembarang, sehingga terjadi penolakan dari Panitia. “Untuk persoalan struktur tidak masalah, yang masalah itu hanya soal wasit saja,” ungkapnya.

Untuk itu lanjut Suldin, saat ini pihaknya sedang fokus pada kegiatan Suratin Cup yang akan dilangsungkan di Ternate pada tanggal 20 Oktober mendatang. Sehingga pihaknya sedang mematangkan Tim yang dibinanya untuk kesiapan berlaga, selain itu juga pihaknya sedang menyiapkan diri untuk menghadapi ivent Gurabati Open Turnamen dibawah kendali Asosiasi Provinsi Maluku Utara.

Penulis : Suratmin Idrus

Tanggapi Berita Ini