Faktual.Net, Kendari, Sultra – Selain program prioritas yang sudah terlaksana dan tersebar di seluruh OPD, Gubernur dan Wakil Gubernur Ali Mazi-Lukman Abunawas menetapkan Tiga (3) program unggulan atau khusus. Program yang diharapakan dapat mendorong percepatan pembangunan disegala sektor yakni pembangunan jalan Kendari-Toronipa, Pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah serta pembangunan perpustakaan modern.
Pemerintah telah bekerjasama dengan Ikatan Arsitektur Indonesia Sultra menggelar sayembara master plan penataan kawasan Toronipa yang dimulai pada bulan juni dan akan berakhir di september 2020. Pemenang sayembara akan menjadi rujukan dalam penataan kawasan pariwisata Toronipa yang sangat potensial untuk mengangkat pariwisata Sultra di dunia international
Pembangunan pertama jalan Kendari-Toronipa yang merupakan kegiatan prioritas daerah atau major project telah menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 3,4 km dengan anggaran Rp.144 miliar. Kegiatan ini merupakan tahap pertama dari rencana pembangunan jalan Kendari-Toronipa sepanjang 14,6 km yang di selesaikan dengan konsep multi years. Pembangunan tahap kedua dilaksanakan sepanjang 11 km pada TA 2020 s/d 2022 dengan anggaran sebesar Rp.800 mliiar yang bersumber dari pinjaman daerah melalui PT. Sarana Multi Infrastruktur.
“Pemenang tender PT. Perumahan dan telah memulai kerjannya dan diperkirakan akan rampung pada tahun 2021 yang akan datang,” terang Ali Mazi saat memaparkan kemajuan pembangunan diacara ekspose 2 tahun bersama AMAN, Sabtu, (5/9/2020).
Pemerintah Sultra telah menggelontorkan anggaran Rp.95 miliar pembangunan rumah sakit jantung dan pembulu darah yang saat ini telah rampung pembangunan tahap 1.
“Jika sudah rampung sekitar 90%, RS jantung ini akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti pusat jantung nasional harapan kita dan fakultas kedokteran universitas haluoleo untuk merekrut 300 tenaga kesehatan,” katanya Ali Mazi.

Dia juga mengatakan pada bulan desember 2020 telah mengunjungi salah satu rumah sakit jantung terbaik dan terbesar di eropa, yaitu rumah sakit jantung heart and diabetes center nrw di kota bad oeyhousen jerman untuk melakukan kerja sama pengelolaan rumah sakit, tenaga medis dan dokter dan peralatan medis lainnya.
Sementara itu, pembangunan perpustakaan modern tahap 1 telah rampung dengan total anggaran Rp. 20 miliar. Pembangunan ini telah memasuki pembangunan tahap 2 dengan anggaran 70 milyar bersumber dari APBD, diharapkan bangunan yang mengacu pada konsep perpustakaan terkemuka dunia milik harvard university ini tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pusat kebudayaan dan kegiatan masyarakat seiring menghangatnya gagasan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Pembangunan Infrastruktur 2 Tahun Kepemimpinan AMAN
Pembangunan infrastruktur diberbagai sektor telah menunjukan peningkatan pendapatan ekonomi. Diantaranya, peningkatan volume ekspor hingga tahun 2020 disebabkan kegiatan perdagangan ditunjang dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai. Pada tahun 2018 terdapat kegiatan fisik berupa pembangunan sarana dan prasarana pelabuhan dan pembangunan dermaga dengan anggaran sebesar rp. 43,69 milyar. Dan berlanjut dengan anggaran sebesar rp. 13,89 milyar pada tahun 2019.
Pemerintah Provinsi Sultra terus berusaha mewujudkan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Sesuai dengan peraturan Presiden No. 47 tahun 2017, selama tahun 2018 hingga 2019 pemerintah sulawesi tenggara telah membagi 5.976 unit lampu ltshe (lampu tenaga surya hemat energi) untuk masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik dan tinggal di kawasan perbatasan, daerah tertinggal, daerah terisolir dan pulau-pulau terluar, sehingga rasio elektrifikasi sultra pada tahun 2019 telah mencapai 95% dan rasio desa berlistrik mencapai 99,5%.
Selain itu, pemerintah melakukan pembangunan Khusus infrastruktur bidang pendidikan, telah dibangun sejumlah SMA dan SMK pada tahun 2018 dengan total anggaran Rp. 173,9 miliar berupa pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, ruang praktek siswa, rumah dinas guru dan peralatan praktek siswa.
Sepanjang tahun 2018 hingga 2019, pemerintahan Ali Mazi dan Lukman Abunawas telah membangun drainase dan melakukan normalisasi sungai pada seluruh wilayah kabupaten kota pada tahun 2018-2019 dengan total anggaran sebesar Rp. 473 milyar lebih.
Berdasarkan data survey jalan per januari 2020, dari 2.507 km jalan nasional dan provinsi di seluruh wilayah sulawesi tenggara, sepanjang 2.227 km atau 88,84% sudah teraspal dengan kondisi mantap.
Selama tahun 2019, pemerintah provinsi juga melakukan Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) kepada Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Buton Selatan sepanjang 48,8 km dengan pagu anggaran sebesar Rp.73 milyar 700 juta. Pada tahun 2020 program PHJD dilanjutkan sebanyak 5 paket di kota kendari sepanjang 20,3 km dengan anggaran sebesar Rp.40 milyar dan Rp.29,8 miliar untuk 4 paket jalan sepanjang 85,7 km di kabupaten buton, kota bau-bau, dan kabupaten buton selatan. Total jalan terbangun dalam 2 tahun ini melalui program PHJD sepanjang 154,8 km.
Bidang perumahan rakyat pada tahun 2018-2019 pemerintah sulawesi tenggara telah merampungkan program bedah rumah sebanyak 972 unit di sejumlah kabupaten/kota, pembangunan rumah susun, dan pembangunan rumah khusus bagi nelayan di Kabupaten Kolaka dan Konawe Kepulauan.
Pemerintah provinsi juga melakukan bedah rumah pada 87 unit rumah bagi masyarakat yang terdampak bencana sosial di Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton dalam bentuk semi permanen yang di bangun menggunakan APBD provinsi sulawesi tenggara sebesar Rp.5,83 miliar.
Pemerintah juga melakukan rehab kantor penghubung makassar 7 lantai dengan anggaran Rp.30 miliar pada tahun 2020 yang akan difungsikan sebagai mess atau penginapan bagi masyarakat sulawesi tenggara yang berkunjung ke makassar. Mess ini akan dikelola secara profesional sehingga bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah.
Untuk mendukung program sultra beribadah, pemerintah provinsi telah melakukan kegiatan rehab eksterior mesjid agung al-kautsar dengan total anggaran 13 milyar rupiah, sehingga tampilan mesjid agung al-kautsar tak kalah dengan masjid terkemuka di dunia.
Sementara dukungan kinerja penegakan keamanan dan ketertiban di tunjukkan pemerintah provinsi sulawesi tenggara dengan melakukan rehab gedung kantor badan intelejen negara sultra serta pembangunan gedung aula polda sultra.
Selanjutnya pemerintah provinsi juga merencanakan sejumlah program strategis, diantaranya pembangunan jembatan baruta yang menghubungkan pulau muna dan buton yang dokumen perencanaannya telah disiapkan sejak 2019.
Khusus kawasan kota lama yang saat ini telah terbangun jembatan teluk kendari sebagai penghubung kawasan bungkutoko dan kota lama serta menjadi hub kawasan pariwisata toronipa akan dikembangkan secara khusus dan telah memasuki tahap desain revitalisasi yang telah mendapat apresiasi dan dukungan pemerintah pusat, dalam hal ini wakil menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Bpk jhon wempi wetipo.
Penataan kendari water sport bekerja sama dengan pemerintah kota kendari yang akan dikembangkan dengan menggandeng pihak swasta nasional yang telah sukses mengembangkan kawasan wisata ancol jakarta.
Pembangunan kantor DPRD Sultra setinggi 7 lantai ditambah basement yang dilengkapi aula untuk rapat paripurna dengan kapasitas 500 orang. Perencanaan pembangunan menggunakan dana APBD provinsi tahun anggaran 2020 senilai Rp.900 juta.
Pembangunan gedung rumah sakit jiwa dengan total anggaran Rp 15 miliar, Pembangunan stadion olahraga sulawesi tenggara, Perencanaan penataan kantor gubernur serta rehabilitasi menjadi 19 lantai ditambah 1 basement yang di lengkapi ruang rapat berpakasitas 3000 orang. Hingga rencana investasi pulau bokori dan relokasi kawasan pemukiman rawan bencana di kabupaten buton.
Reporter: Marwan Toasa
















