Faktual.Net, Tidore. Menghilangnya minyak tanah di Kota Tidore Kepulauan akhir-akhir ini membuat banyak masyarakat mulai resah karena kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Untuk itu banyak yang mempertanyakan atas kelangkaan minyak tanah di Tidore.
Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tikep Saiful Bahri Latif kemudian angkat bicara, ia menjelaskan bahwa kelangkaan tersebut karena keterlambatan suplai minyak tanah dari Ambon (Maluku) untuk masuk ke Pertamina di Ternate.
Selain keterlambatan penyuplai dari Ambon ke ternate, Kata Saiful stok minyak tanah di Pertamina ternate juga sudah mulai terbatas, sehingga jatah untuk Tidore sebanyak 450 ton hanya mampu dipenuhi sebanyak 100 ton.
“Kalau soal minyak tanah berkurang itu karena kapal muat minyak tanah dari Ambon menuju Ternate masih mengalami hambatan karena faktor Cuaca, namun kami sudah berkoordinasi dengan Hi. Awat pemilik APMS minyak tanah, dan Insya Allah besok itu 100 ton sudah akan masuk ke tidore, karena saat ini mereka sedang dalam pengisian,” ujarnya saat ditemui Faktual Net di ruang kerjanya pada Selasa, 18/9/2018.
Ketika ditanyakan berapa lama kelangkaan ini akan berlangsung.? Saiful memastikan bahwa tidak akan berlangsung lama, pasalnya tinggal menunggu kapal pengangkut minyak tanah yang datang dari Ambon, mengingat pemilik APMS (Hi. Awat) juga sudah membayar ke Pertamina ternate mengenai stok minyak tanah yang jumlahnya 450 Ton.
“100 Ton yang masuk di tidore nanti itu cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat selama satu minggu bahkan bisa sampai 10 hari, jadi untuk 100 ton minyak tanah ini akan kami fokuskan ke pengecer yang berada di Tidore pulau, mudah-mudahan besok (Hari ini) persoalan minyak tanah sudah bisa terjawab,” tuturnya.
Penulis : Suratmin Idrus
















