Example floating
Example floating
BeritaDaerahHukum

Niat Konfirmasi Masalah PKH, Wartawan Gowa Malah Dilecehkan

×

Niat Konfirmasi Masalah PKH, Wartawan Gowa Malah Dilecehkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Gowa Sulsel- Mencari kebenaran dari sumber yang berkompoten untuk sebuah berita merupakan tugas dan kewajiban seorang jurnalis, namun masih saja terjadi, narasumber yang ingin dikonfirmasi justru melecehkan profesi wartawan. Hal tersebut dialami oleh wartawan media daring Jurnalpolri.com Biro Kabupaten Gowa, Abdul Karim.

Belum lama ini, Karim justru dilecehkan di akun facebook yang di-posting oleh Ketua PKH Bontolenrung Nurintan, pada Jumat (24/4/2020). Hal ini terjadi saat Abdul Karim hendak mengkonfirmasi berita via telepon seluler terkait penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Bontolenrung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Kejadian itu bermula saat terendus informasi tentang adanya indikasi penyimpangan maupun data ganda yang tidak sesuai dengan fakta lapangan tentang nama-nama warga penerima manfaat PKH Kelurahan Bontolenrung.

Karim kemudian mempertanyakan kepada Nurintan selaku Ketua Kelompok PKH Bontolenrung, mengenai warga miskin yang seharusnya layak sebagai penerima manfaat namun tidak terdata.

Mendapat pertanyaan dari wartawan Jurnalpolri.com tersebut, Nurintan malah melontarkan kalimat kasar di akun facebook yang menyinggung Karim.

Baca Juga :  Rp150 Juta Dana Desa Diduga “Bocor”, Sapi Bantuan Dijual, Ketua Kelompok Mengaku Tak Pernah Terima Uang

Saat dikonfirmasi, Karim mengaku bahwa beberapa hari lalu ia ingin mengkonfirmasi langsung dengan pendamping PKH, namun dihalang-halangi oleh Ketua PKH Bontolenrung.

“Ada warga yang dianggap layak menerima bantuan tersebut, namun ternyata tidak terdata sebagai penerima manfaat,” ungkap Karim kepada awak Faktual.net.

Kemudian, pada sabtu (25/4/2020), Ketua Kelompok PKH Bontolerung Nurintan mengeluarkan kata-kata kasar melalui unggahan faceebooknya yang menyinggung Abdul Karim.

“Saya tau apa maksudmu kau ingin menggantikan saya sebagai pengurus karena sudah tidak ada pendapatanmu, kemudian di unggahan keduanya mengatakan apami pangkatmu, Karaeng ikau tonji tolaki ikau tonji jalla Dudu, dasar ular,” ungkap Karim saat menirukan isi chat Nurintan pada akun facebook.

Merasa tugas dan profesinya dilecehkan, Abdul Karim pun tidak tinggal diam. Ia mengatakan bakal membawa kasus pelecehan itu ke ranah hukum. Selain itu, Karim juga berjanji untuk mengusut tuntas kasus dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh Ketua PKH Bontolenrung tersebut.

Reporter : Anton

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit