Faktual.Net, Malut,Tidore. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tidore Kepulauan menyatakan sikap atas dinamika politik kebangsaan yang berkembang dalam beberapa hari terakhir, menyusul dugaan tindakan penyadapan ilegal terhadap nomor telepon Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta sejumlah tokoh dan pejabat negara yang diduga melibatkan oknum jenderal di lingkungan Polri.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPC Gerindra Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Bin Taher, bersama sejumlah kader Gerindra dalam rapat internal partai yang berlangsung di Kantor DPC Gerindra Tidore Kepulauan, Kamis (5/11/2026).
Pria yang akrab disapa Ko Ama itu menilai, dinamika tersebut berpotensi mengganggu stabilitas politik nasional. Terlebih, dugaan tindakan penyadapan itu disebut melibatkan oknum aparat penegak hukum.
“Situasi ini sangat mengganggu stabilitas politik nasional. Apalagi yang diduga disadap adalah kepala negara, yang merupakan simbol tertinggi negara kita. Apa motifnya? Hal ini menjadi lebih serius ketika dugaan penyadapan ilegal tersebut melibatkan aparat penegak hukum di lingkaran kekuasaan sendiri. Ini tentu sangat disayangkan,” tegasnya.
Menurutnya, sebagai kader Partai Gerindra, pihaknya akan memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun politik, kepada Presiden Prabowo Subianto agar tetap tegar dalam menghadapi berbagai dinamika sekaligus terus berkomitmen memberantas segala bentuk aktivitas yang melanggar hukum di Indonesia.
“Kami atas nama pengurus, kader, dan seluruh simpatisan DPC Gerindra Kota Tidore Kepulauan memberikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo. Kami ingin menegaskan bahwa Bapak Presiden tidak sendiri. Kami bersama Presiden Prabowo dalam mendorong penegakan hukum di negeri ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, mantan pengurus DPP Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa dukungan moral dan politik kepada Presiden merupakan bagian dari tanggung jawab seluruh kader partai. Namun, di tengah dinamika politik nasional yang berkembang, konsolidasi internal partai untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat juga harus tetap berjalan.
“Meskipun dinamika politik kebangsaan seperti ini terjadi, seluruh kader Gerindra di semua tingkatan, mulai dari PAC hingga ranting, harus tetap melakukan konsolidasi internal. Kita harus senantiasa mengawal dan mendukung sepenuhnya program-program Presiden Prabowo yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” tutupnya.














