Example floating
Headline

Kader Pejuang Prabowo Merasa Dianaktirikan! Pengangkatan Abdul Jalal Bohari di BGN Sulsel Jadi Sorotan

×

Kader Pejuang Prabowo Merasa Dianaktirikan! Pengangkatan Abdul Jalal Bohari di BGN Sulsel Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Dulu Berseberangan, Kini Masuk Tim Asistensi BGN? TRC Faktual Pertanyakan Kebijakan Pengangkatan Relawan Prabowo Kecewa, Abdul Jalal Bohari Dapat Posisi Tim Asistensi BGN Sulsel Jangan Lupakan Pejuang
Dulu Berseberangan, Kini Masuk Tim Asistensi BGN? TRC Faktual Pertanyakan Kebijakan Pengangkatan Relawan Prabowo Kecewa, Abdul Jalal Bohari Dapat Posisi Tim Asistensi BGN Sulsel Jangan Lupakan Pejuang

Faktual.net, Makassar, Sulawesi Selatan – Pengangkatan Abdul Jalal Bohari, mantan Ketua Poros Milenial pendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024, sebagai Tim Asistensi Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Selatan mulai menuai sorotan dan memantik kekecewaan di kalangan sejumlah kader serta relawan yang sebelumnya berjuang memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sorotan tersebut muncul bukan semata-mata karena latar belakang politik Abdul Jalal Bohari, melainkan menyangkut pertanyaan mengenai mekanisme pengangkatan, pertimbangan penunjukan, serta komitmen terhadap prinsip profesionalisme dan penghargaan atas kontribusi para pendukung yang telah berjuang dalam kontestasi Pilpres 2024.

Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Media Faktual.net menilai, penunjukan tersebut patut mendapatkan penjelasan terbuka dari pihak terkait. Pasalnya, sejumlah kader dan relawan yang merasa telah berjuang memenangkan Prabowo-Gibran justru mempertanyakan kesempatan dan ruang pengabdian yang diberikan kepada mereka.

“Jangan sampai muncul kesan bahwa mereka yang dahulu berada di barisan politik berbeda justru mendapatkan ruang strategis, sementara kader dan relawan yang berjuang memenangkan Prabowo-Gibran merasa diabaikan. Ini perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecemburuan dan kekecewaan di kalangan pendukung sendiri,” tegas Ketua TRC Media Faktual.net.

Menurutnya, apabila pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme, tentu harus ada penjelasan mengenai kriteria serta rekam jejak yang menjadi dasar pertimbangan.

Publik juga mempertanyakan apakah penunjukan Abdul Jalal Bohari berkaitan dengan kapasitas dan aktivitasnya sebagai Ketua Tani Merdeka Indonesia di bawah kepemimpinan Don Muzakir, atau terdapat pertimbangan lain dalam penempatan tersebut.

Baca Juga :  Bukan Hanya Belajar dari Himalaya, FMI Bawa Ilmu Gunung Api Indonesia ke Nepal

Hal ini penting untuk diperjelas agar tidak berkembang persepsi bahwa kedekatan organisasi, jaringan politik, maupun kepentingan tertentu menjadi faktor dominan dalam penempatan posisi strategis di lingkungan program pemerintah.

BGN merupakan lembaga yang mengemban tanggung jawab besar dalam menjalankan program pemenuhan gizi masyarakat. Oleh karena itu, setiap posisi dalam struktur pelaksana maupun tim asistensi harus memiliki dasar pengangkatan yang jelas, fungsi yang terukur, serta tanggung jawab yang dapat dipertanggungjawabkan.

TRC Media Faktual.net menegaskan bahwa persoalan ini bukan tentang menutup kesempatan bagi siapa pun untuk mengabdi kepada negara. Namun, pemerintah juga tidak boleh mengabaikan kontribusi kader, relawan, dan elemen masyarakat yang telah bekerja keras mendukung kemenangan Prabowo-Gibran.

Jangan sampai semangat perjuangan yang dahulu dibangun justru melahirkan kekecewaan akibat kebijakan penempatan yang dinilai tidak transparan.

Karena itu, BGN maupun pihak yang berwenang diharapkan memberikan klarifikasi mengenai dasar pengangkatan Abdul Jalal Bohari, mekanisme seleksi, uraian tugas, serta kompetensi yang menjadi pertimbangan penunjukan sebagai Tim Asistensi BGN Sulawesi Selatan.

Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan. Begitu pula para kader dan relawan yang selama ini merasa menjadi bagian dari perjuangan politik Prabowo-Gibran.

Jangan hanya bicara tentang penghargaan terhadap perjuangan, tetapi buktikan melalui kebijakan yang transparan, profesional, dan berkeadilan.

Redaksi Faktual.net membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Abdul Jalal Bohari, pihak BGN, maupun pihak terkait lainnya sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Reporter : Enhal Abidin Penaklukh

Tanggapi Berita Ini