Faktual.net, Gowa, Sulawesi Selatan – Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Kabupaten Gowa, Imran Ismail, angkat bicara menanggapi pemberitaan Faktual.net berjudul “Diduga Bantuan Pompa Alsintan Merek Honda Diperjualbelikan di Gowa, TRC Faktual Desak Dinas Pertanian Buka Suara”.
Imran Ismail, yang akrab disapa Imo, menegaskan bahwa mesin air merek Honda yang diduga diperjualbelikan di wilayah Kabupaten Gowa tersebut bukan berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Gowa.
Saat ditemui di Kopi Singgah, Pallangga, Imran menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menyalurkan bantuan mesin air merek Honda.
“Kami tidak pernah menyalurkan mesin air merek Honda,” tegas Imran.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas informasi yang disampaikan kepada pihaknya. Menurutnya, informasi tersebut akan menjadi bahan untuk melakukan pengecekan dan penelusuran lebih lanjut di lapangan.
“Terima kasih atas informasinya. Kami akan melakukan pengecekan di lapangan. Apabila ditemukan kelompok penerima yang memperjualbelikan alsintan yang kami salurkan, maka kami akan melakukan penarikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Imran menegaskan bahwa pihaknya akan menelusuri asal-usul mesin air merek Honda yang menjadi sorotan tersebut.
Langkah penelusuran ini dinilai penting untuk memastikan apakah mesin yang diduga diperjualbelikan itu merupakan bantuan pemerintah, berasal dari program lain, atau diperoleh melalui jalur pengadaan yang berbeda.
Dengan demikian, asal-usul barang serta pihak yang bertanggung jawab perlu dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang dapat diverifikasi.
Klarifikasi tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Gowa membantah pernah menyalurkan mesin air merek Honda sebagaimana yang dipersoalkan dalam pemberitaan sebelumnya.
Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat (TRC) Faktual menyoroti dugaan jual beli bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa pompa air merek Honda berkapasitas 3 inci di wilayah Kabupaten Gowa.
Informasi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui penelusuran asal barang, identitas pemilik atau penjual, serta dokumen penyaluran apabila ditemukan indikasi bahwa pompa tersebut merupakan bantuan pemerintah.
Hingga saat ini, dugaan adanya praktik jual beli bantuan alsintan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Belum dapat dipastikan apakah barang yang dipersoalkan merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gowa.
Faktual.net akan terus membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait dan menyampaikan perkembangan informasi berdasarkan hasil konfirmasi serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Reporter : Awal Sanjaya









