Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Headline

Mahasiswa KKN USN Kolaka Olah Udang Rebon Jadi Abon, Dongkrak Nilai Jual Hasil Laut Desa Wongko Buteng

×

Mahasiswa KKN USN Kolaka Olah Udang Rebon Jadi Abon, Dongkrak Nilai Jual Hasil Laut Desa Wongko Buteng

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

Faktual.Net, Buteng — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka mendorong peningkatan nilai ekonomi hasil laut di Desa Wongko, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara, melalui inovasi pengolahan udang Rebon menjadi Abon.

Program tersebut digagas melihat melimpahnya potensi udang rebon di Desa Wongko yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Hasil tangkapan nelayan umumnya hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga relatif rendah.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu
Proses edukasi waga Olah Udang Rebon Jadi Abon.

Koordinator KKN USN Kolaka mengatakan, udang rebon yang sebelumnya hanya bernilai sekitar Rp15 ribu per kilogram dapat memiliki nilai jual jauh lebih tinggi setelah diolah menjadi produk abon.

“Selama ini udang rebon dijual Rp15 ribu per kg. Setelah diolah jadi abon, nilai jualnya bisa naik tiga sampai empat kali lipat,” ujarnya, Senin (9/9/2026).

Kegiatan bertajuk “Pengolahan Udang Rebon Desa Wongko Lakudo Menjadi Abon Udang untuk Menghasilkan Produk yang Bernilai Jual” itu dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada ibu-ibu PKK serta kelompok nelayan Desa Wongko.

Dalam pelatihan tersebut, warga tidak hanya diperkenalkan pada proses produksi, tetapi juga dibekali keterampilan mulai dari membersihkan bahan baku, mengolah dan membumbui udang, memasak hingga teknik pengemasan produk yang higienis dan menarik.

Tim KKN juga memberikan pendampingan mengenai branding dan pemasaran digital, khususnya pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.

Kepala Desa Wongko menyambut baik program yang diinisiasi mahasiswa KKN tersebut. Ia berharap inovasi pengolahan udang rebon dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan desa sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kajian tentang Desil dan Kasus Jakarta Utara: Antara Data Statistik dan Realitas Sosial

“Kami sangat berterima kasih. Ini bukan hanya pelatihan, tapi juga jalan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Diolah dari Bahan Lokal

Proses pembuatan abon udang atau ebi diawali dengan menyiapkan udang kecil yang telah dijemur hingga kering serta kelapa tua. Udang kering kemudian dihaluskan menggunakan blender, sementara kelapa tua diparut.

Selanjutnya, berbagai bahan bumbu dihaluskan menggunakan blender dengan sedikit tambahan air. Bumbu yang telah halus kemudian dicampur dengan garam dan MSG sesuai selera.

Udang yang telah dihaluskan selanjutnya dicampurkan dengan bumbu hingga seluruh bahan tercampur merata. Jika cita rasa masih dirasa kurang, penyedap dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.

Setelah adonan tercampur rata, proses berikutnya adalah menyangrai adonan menggunakan api sedang. Proses ini dilakukan hingga adonan matang dan kadar airnya berkurang sehingga menghasilkan abon dengan tekstur lebih kering dan siap dikemas.

Inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Mahasiswa KKN USN Kolaka berharap masyarakat dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan potensi laut yang tersedia di wilayah pesisir, pengolahan udang rebon menjadi abon diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Desa Wongko.

Ke depan, Desa Wongko diharapkan tidak hanya dikenal sebagai wilayah penghasil udang rebon, tetapi juga mampu berkembang menjadi salah satu sentra abon udang rebon di Kabupaten Buteng.

Reporter: Syakira

Editor: Kariadi Buteng

Tanggapi Berita Ini