Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Ribuan Suara Perlawanan Aksi Protes Keras Didepan Kantor DPRD Kab. Gowa, Pejuang “Siri’ Na Pacce” Penuntut Bupati Gowa Mundur.

×

Ribuan Suara Perlawanan Aksi Protes Keras Didepan Kantor DPRD Kab. Gowa, Pejuang “Siri’ Na Pacce” Penuntut Bupati Gowa Mundur.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

faktual.net,Gowa,Sulsel – Ratusan massa pejuang siri’ Na pacce dan perlawanan melakukan aksi protes keras di depan kantor DPRD Kabupaten Gowa. Jln. Masjid raya Sungguminasa, kamis, (02/07/2026)

Massa aksi yang tergabung dalam gerakan Pejuang Siri’ Na Pacce menggelar aksi damai dengan tuntutan bupati Gowa Hj. Husnia Talenrang mundur dari jabatannya sebagai bupati kabupaten Gowa karena diduga mencederai moral, etika sumpah janji jabatan dan budaya siri’ Na pacce.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Di hadapan para peserta aksi, orator menyerukan agar masyarakat Gowa tidak tinggal diam terhadap dugaan isu perselingkuhan yang dilakukan oleh bupati Gowa yang dinilai mencederai nilai-nilai siri’  yang selama ini menjadi identitas moral yang melekat dan menjadi jadi diri masyarakat Gowa.

“Perjuangan ini bukan tentang kebencian kepada seseorang, tetapi tentang menjaga marwah kabuten Gowa sebagai tanah kerajaan warisan leluhur dan nilai siri’ na pacce. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawal proses yang sedang berjalan di pansus hak angket DPRD kabupaten Gowa secara damai” ujar Alumnus Zainuddin selaku koordinator aksi.

Menurut Alumnus saat ditemui didepan markas komando, “standar etika dan moral seorang pejabat itu beda dengan standar etikanya masyarakat biasa kerena semua pasilitas melekat pada seorang pejabat, semua pasilitas berasal dari pajak rakyat” .

Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat tidak ada urusan pemerintahan, tanpa kendali dari siapapun semua murni dari hati nurani, tambahnya.

Gerakan Pejuang Siri’ Na Pacce menegaskan bahwa perjuangan mereka akan terus dilakukan sesuai dengan koridor hukum, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas Kabupaten Gowa.

“Siri’ boleh diuji, tetapi tidak boleh dikhianati. Gowa adalah milik seluruh masyarakat, dan menjaga kehormatannya adalah tanggung jawab bersama, dan akan kembali melakukan aksi dengan dengan gelombang massa yang lebih besar” tutup alumnus.

Dari pantauan awak media situasi dan kondisi jalannya aksi di lapangan terlihat tertib aman dan damai dengan pengamanan dari pihak kepolisian polres Gowa yang mengawal aksi damai hingga selesai.

Reporter : Ardhi Algowawi

Tanggapi Berita Ini
Baca Juga :  Gedung Pelayanan Tathya Daraka Diresmikan, Wujud Komitmen Polres Batang Tingkatkan Pelayanan