faktual.net, Kendari, Sultra – Calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030, Dr. Baru Sadarun, S.Pi.M.Si., menargetkan UHO bisa bersaing di level internasional. Salah satu langkah konkretnya: memberikan dana Rp100 juta per tahun untuk setiap jurusan.
Pernyataan itu disampaikan Dr. Baru saat memaparkan visi-misi dan rapat kerja bakal calon rektor UHO di Aula Mokodompit, Selasa, 30 Juni 2026.
“Kita mau UHO go international. Tapi jalannya harus dari akar. Makanya saya usulkan Rp100 juta/jurusan per tahun,” kata Dr. Baru.
Usulan itu langsung mendapat sambutan hangat. Seluruh peserta yang hadir di Aula Mokodompit memberikan aplaus kepada bakal calon rektor nomor urut satu ini.
Dalam slide visinya, Dr. Baru menyebut UHO punya fondasi kuat. Saat ini UHO memiliki 14 fakultas jenjang sarjana, 1 program pascasarjana, lebih dari 95 guru besar, dan menduduki peringkat #1 Webometrics se-Sulawesi Tenggara 2024.
Meski begitu, ia menilai potensi kelautan, pesisir, dan perdesaan Sultra belum dioptimalkan menjadi keunggulan riset yang diakui dunia.
“Mengapa UHO harus berubah sekarang? Ada disrupsi AI dan teknologi. Kurikulum serta tata kelola harus bertransformasi. Kalau diam, kita tertinggal di peta nasional dan dunia,” tegasnya.
Dr. Baru juga menekankan peran UHO untuk Sulawesi Tenggara. “Sultra butuh motor penggerak ekonomi daerah. UHO harus jadi katalis, bukan sekadar pencetak ijazah,” ujarnya.
Selain anggaran jurusan, Dr. Baru akan mengaktifkan alumni melalui program _Praktisi Mengajar_. Targetnya, 500 mahasiswa UHO bisa mengikuti program internasional selama 4 tahun masa jabatan.
Ia juga mewacanakan pembukaan Fakultas Pertambangan di UHO untuk menjawab kebutuhan industri di Sultra.
Dr. Baru adalah pakar kelautan lulusan IPB dan penerima penghargaan _Man and Biosphere_ UNESCO 2001. Di bawah kepemimpinannya, Jurusan Ilmu Kelautan FPIK UHO berhasil meraih akreditasi internasional.
Redaksi















