Example floating
Example floating
Headline

Ratusan Kader Berseragam Merah Padati Rumah Duka, Ini Sosok Kislon Siringo-ringo yang Mereka Kenang

×

Ratusan Kader Berseragam Merah Padati Rumah Duka, Ini Sosok Kislon Siringo-ringo yang Mereka Kenang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta – Duka mendalam tengah menyelimuti keluarga besar organisasi kemasyarakatan (ormas) Pemuda Batak Bersatu (PBB). Salah satu putra terbaik sekaligus tokoh perintis organisasi, Kislon Siringo-ringo, meninggal dunia dalam usia 51 tahun.

Almarhum dikenal memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang. Ia merupakan salah satu pencetus berdirinya PBB PAC Cakung, mantan Bendahara PAC Cakung, hingga jabatan terakhirnya sebagai Kawira PBB PAC Cakung.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan wujud nyata dari semboyan “Solidaritas, Toleransi, Rukun, dan Gotong Royong”, jajaran pengurus PBB melangsungkan aksi takziah massal pada Kamis (11/6/2026) malam.

Aksi ini dikomandoi langsung oleh Ketua DPD PBB DKI Jakarta, DF. Siringoringo. Rombongan besar yang terdiri dari jajaran pengurus DPD, Plt. Ketua DPC Jakarta Timur F.S. Sianturi, Kabiro Hankam Pangda DKI Jakarta D. Nababan, Ketua PAC Kelapa Gading Mindo br Nababan, Ketua PAC Cakung P. Silaban, S.Pd, hingga Ketua Ranting Cakung Barat Eljiper Sidabutar memadati Rumah Duka Cornelius di Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Kehadiran massa berseragam merah khas PBB sejak pukul 19.00 WIB menjadi bukti sahih besarnya rasa kehilangan yang dirasakan organisasi.

Dalam suasana khidmat dan penuh haru, Ketua DPD PBB DKI Jakarta DF. Siringoringo menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya secara langsung kepada keluarga almarhum.

“Dengan hati yang penuh kesedihan namun tetap bersandarkan pada pengharapan di dalam Tuhan, kami menyampaikan rasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Jasa, dedikasi, dan keteladanan hidupnya akan selalu menjadi kenangan yang abadi bagi kita semua,” ujar DF. Siringoringo.

Ia juga memberikan penguatan iman kepada keluarga yang ditinggalkan dengan mengutip ayat Alkitab Ayub 1:21 dan Yohanes 11:25.

“Bagi kita orang yang percaya, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Ini adalah momen di mana saudara kita telah pulang ke rumah Bapa di surga, beristirahat dari segala lelahnya dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Plt. Ketua PBB DPC Jakarta Timur, F.S. Sianturi, turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum Kislon Siringo-ringo. Menurutnya, almarhum adalah sosok pilar penting dalam pergerakan roda organisasi di wilayah Jakarta Timur.

Baca Juga :  Di Balik Gejolak Ekonomi: Mengungkap Tiga Poros di Balik Upaya Destabilisasi Indonesia

“Kami di jajaran DPC Jakarta Timur sangat terpukul. Almarhum Kislon bukan hanya seorang pengurus, melainkan motor penggerak yang selalu memastikan solidaritas anggota di akar rumput tetap terjaga,” ujar F.S. Sianturi di lokasi.

Ia menambahkan, dedikasi almarhum yang tak pernah hitung-hitungan dalam membesarkan PBB, khususnya di wilayah Cakung, harus menjadi api semangat bagi seluruh kader yang ditinggalkan.

“Kami mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan ekstra dari Tuhan Yesus Kristus. Kehadiran seluruh kader malam ini adalah komitmen kami bahwa keluarga yang ditinggalkan tidak akan pernah berjalan sendirian,” tegasnya.

Melalui kehadiran struktural yang lengkap dan solid ini, Pemuda Batak Bersatu DKI Jakarta berharap dapat memberikan kekuatan moral bagi keluarga, sekaligus menegaskan bahwa ikatan persaudaraan di dalam tubuh PBB tidak akan pernah luntur, baik dalam suka maupun duka.

Duka mendalam juga dirasakan oleh Ketua PAC Cakung, P. Silaban, S.Pd. Ia mengenang sejarah panjang dan utang budi organisasi kepada almarhum, terutama saat masa-masa sulit saat merintis posko.

“Mendirikan posko itu sama sekali tidak mudah. Namun dengan sukarela dan ikhlas, beliau selalu menyediakan tempat bagi kami. Bahkan urusan listrik pun dibantu cuma-cuma selama bertahun-tahun,” kenang P. Silaban.

Ia tidak dapat menyembunyikan rasa sesal sekaligus kasihnya yang mendalam atas kepergian almarhum akibat sakit yang dideritanya.

“Ada rasa sedih, bahkan rasa ‘marah’ yang teramat sangat karena rasa sayang. Seharusnya beliau bisa lebih menjaga kesehatannya. Namun, ini sudah menjadi jalan Tuhan, kita harus merelakan. Almarhum adalah sosok pejuang organisasi yang luar biasa,” tambah P. Silaban.

Selamat jalan Kislon Siringo-ringo.

Horas… Mejuah-juah… Njuah-njuah…

Reporter: Rosmauli

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit