Faktual.Net, Kendari – Dalam upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sejak usia dini, mahasiswa Profesi Apoteker Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melaksanakan kegiatan sosialisasi di SDN 93 Kendari, Kamis (21/05/2026).
Sosialisasi ini bertajuk “Apoteker Cilik: Bebas Cacingan, Tumbuh Maksimal” yang dirangkaikan dengan edukasi DAGUSIBU obat cacing serta praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui 6 langkah cuci tangan yang benar.
Kegiatan sosialisasi ini melibatkan siswa-siswi sebagai peserta utama yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya infeksi cacing yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan, serta pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Dalam penyampaian materi, tim menggunakan metode interaktif seperti pemutaran video edukasi, tanya jawab, permainan edukatif, serta praktik langsung sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan konsep Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU) khususnya pada penggunaan obat cacing.
Edukasi ini penting agar anak-anak mengetahui cara memperoleh obat yang benar, menggunakannya sesuai aturan, menyimpannya dengan baik, serta membuang obat yang sudah tidak terpakai secara aman dan tepat.
Sebagai bentuk praktik langsung, siswa diajak untuk mempraktikkan PHBS melalui 6 langkah cuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir.
Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama dengan pendampingan tim, sehingga siswa dapat memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah.
Wulan Permata Sari, S.Farm mengatakan bahwa kegiatan edukasi ini sangat penting dilakukan sejak dini agar anak-anak memiliki pemahaman yang baik mengenai pencegahan cacingan dan penggunaan obat yang tepat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat lebih peduli terhadap kebersihan diri, rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memahami pentingnya minum obat cacing secara berkala sesuai anjuran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi kesehatan dengan metode yang menyenangkan dapat meningkatkan minat dan antusias siswa dalam menerima materi.
“Oleh karena itu, kegiatan dikemas secara interaktif agar pesan kesehatan dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak,” ucapnya.
Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, mengikuti permainan edukatif, serta mempraktikkan langsung cara cuci tangan yang benar dengan penuh semangat.
Para guru juga menyambut baik kegiatan ini karena dinilai dapat menambah wawasan kesehatan siswa sejak usia sekolah dasar.
Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa dapat menjadi “Apoteker Cilik” yang mampu menjaga kesehatan diri sendiri, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat sekitar.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kejadian cacingan pada anak usia sekolah serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara bijak dan bertanggungjawab.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin kerja sama yang baik antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak sejak dini,” harapnya.
Perlu diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat oleh mahasiswa Profesi Apoteker Angkatan XV UHO Kendari.
Reporter: Kariadi MR.
















