Faktual.net – Jakarta Barat, DKI Jakarta – Sabtu, 23 Mei 2026 – Komunikasi sangat penting karena menjadi fondasi utama bagi manusia untuk berinteraksi, membangun hubungan yang sehat, dan menghindari kesalahpahaman. Melalui komunikasi, kita bisa menyampaikan ide, mengekspresikan perasaan, dan bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia profesional.
Berangkat dari pemahaman akan pentingnya komunikasi ini menjadi kunci bagaimana sebuah hubungan itu berjalan dengan baik. Maka sangat mengherankan ketika kita menghadapi persoalan entah di rumah tangga, instansi, lembaga ataupun organisasi lalu ada yang mengatakan “ oh masalah komunikasi to’.
Seakan tanggapan atau respon itu menganggap enteng dan mudah untuk diselesaikan padahal pada tataran kenyataan akibat salah berkomunikasi atau macetnya komunikasi bisa menimbulkan persoalan yang panjang dan semakin keruh. Bahkan suatu lembaga terancam bubar.
Perlu diketahui dampak spesifik akibat kegagalan komunikasi seperti kehilangan kepercayaan: Orang yang merasa tidak didengarkan atau terus-menerus menerima informasi tidak akurat akan meragukan pihak lain. Selain itu akan terjadi konflik dan perselisihan: miskomunikasi yang dibiarkan dapat memicu gesekan dan memperburuk hubungan sosial, baik personal maupun di tempat kerja.
Disisi lain dampak dari kegagalan komunikasi juga akan berpengaruh kepada kejiwaan seperti stres dan kecemasan artinya ketidakjelasan informasi menciptakan ketidakpastian yang memicu tekanan emosional dan penurunan moral. Dan menurunnya kinerja tim seperti dalam lingkungan profesional, kegagalan ini menghambat kolaborasi dan memperlambat pencapaian tujuan bersama
Dampak Komunikasi menurut para ahli, rusaknya komunikasi (bad communication atau breakdown communication) berakibat fatal pada timbulnya miskomunikasi, terkikisnya rasa percaya, dan munculnya konflik baru. Hal ini terjadi karena hilangnya titik temu, kesepakatan, dan pemahaman bersama di antara pihak yang berinteraksi.
Dengan dampak komunikasi inilah jangan pernah menganggap ketika ada masalah hanya mengatakan oh hanya komunikasi to. Padahal karena komunikasi sebuah keluarga bisa hancur sebuah hubungan persahabatan bisa retak dan putus. Demikian pula dalam tataran organisasi ketika terjadi kegagalan komunikasi akibatnya akan buruk.
Perihal contoh akan buruknya komunikasi pada tahun 2019, Garuda Indonesia sempat mengalami krisis reputasi yang masif. Alih-alih meredakan keluhan pelanggan terkait layanan video, manajemen saat itu mengambil langkah hukum yang memicu gelombang protes massal dari masyarakat. Komunikasi publik yang dinilai represif tersebut akhirnya justru merusak citra maskapai.
Demikian pula Presiden Prabowo Subianto telah mengakui secara terbuka bahwa komunikasi publik pemerintahannya dinilai kurang baik dan kerap menimbulkan multitafsir. Oleh karena itu, langkah restrukturisasi dan evaluasi terus dilakukan, yang salah satunya ditandai dengan pembentukan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI melalui Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2025.
Komunikasi penting untuk membangun sinergi dan soliditas bersama.
Penulis Yusuf M
Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia
















