Faktual.Net, Malut,Tidore. Ajang balap motor bergengsi, Wali Kota Cup Race I, dipastikan akan menggunakan regulasi teknis terbaru tahun 2026. Keputusan ini telah disepakati secara bulat dalam pra-meeting antara panitia penyelenggara dan seluruh perwakilan tim peserta.
Shaldi Kharie, Ketua Bidang Olahraga Sepeda Motor IMI Provinsi Maluku Utara, menegaskan bahwa penerapan aturan baru ini bertujuan menjaga kualitas dan profesionalitas kompetisi.
“Dalam pra-meeting sudah disepakati bahwa kita menggunakan regulasi terbaru. Perubahan memang terjadi setiap tahun, namun kali ini hanya satu kelas yang mengalami perubahan signifikan dan aturannya baru diterbitkan sekitar satu bulan terakhir,” ujar Shaldi.
Regulasi tersebut mengatur berbagai aspek teknis, mulai dari spesifikasi mesin hingga jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat berpengaruh terhadap performa kendaraan.
“BBM sangat berpengaruh terhadap kecepatan dan ketahanan motor. Ada yang dibatasi, ada juga yang dibebaskan sesuai kelasnya,” tambahnya.
Panitia juga menegaskan sanksi tegas bagi pelanggaran. Salah satunya adalah diskualifikasi langsung bagi peserta yang terbukti mengganti komponen motor setelah finis sebelum dilakukan pemeriksaan teknis (scrutineering).
Sementara itu, pembangunan dan perbaikan fasilitas sirkuit telah mencapai progres 85 persen. Ketua IMI Kota Tidore Kepulauan, Abdul Gafur Maradjabessy, menyebutkan pekerjaan yang tersisa hanya penambahan pagar pembatas dan perangkat pendukung lainnya.
“Tinggal penambahan pagar dan beberapa perangkat pendukung. Panitia juga akan berperan sebagai fasilitator agar semua tim bisa mengikuti event dengan baik,” jelasnya.
Event yang didukung penuh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan ini menargetkan kedatangan 6.000 hingga 7.000 penonton selama tiga hari pelaksanaan.
Meski aturan baru diterbitkan cukup mendadak, sejumlah tim besar menyatakan kesiapan mereka. Moyo, perwakilan dari tim Babang Raya, Oriza, dan Rakazat mengakui adanya kendala dalam penyesuaian spesifikasi motor, namun tetap berkomitmen mematuhi aturan.
“Kerja mesin itu butuh proses, tidak bisa instan. Memang ada kendala karena jadwal sempat berubah, tapi kalau regulasi sudah ditetapkan, kami tetap ikut,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Jek Dano dari Antabatik Racing Team. Meski sempat mengalami sedikit kendala koordinasi, timnya memastikan sudah siap 100 persen.
“Memang ada sedikit tumpang tindih karena aturan ini baru muncul sekitar satu bulan terakhir, tapi kami tetap mengikuti regulasi yang ada. Kami sudah siap 100 persen untuk bertarung,” tegasnya.
Selain sebagai ajang adu kecepatan, event ini juga diharapkan mampu menggeliatkan ekonomi masyarakat dan mempromosikan pariwisata Tidore, mengingat banyaknya tim yang datang dari luar daerah seperti Ambon dan Sorong.













