faktual.net, Wakatobi, Sultra. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd, MA, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Binongko. Kunjungan ini dirangkai dengan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag se-Pulau Binongko serta pencanangan Kurikulum Berbasis Cinta.
Kegiatan berlangsung di Aula MTs Negeri 3 Wakatobi, Rabu (22/4/2026), dan dipadukan dengan workshop bertema “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta melalui Transformasi Digital untuk Menghadirkan Pendidikan Humanis, Ekologis, dan Kolaboratif” yang diprakarsai tim pengembang kurikulum MTs Negeri 3 Wakatobi.
Pembinaan ASN: Guru sebagai Arsitek Masa Depan
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Wakatobi, Drs. H. La Riza, M.Pd.I, menekankan bahwa kurikulum berbasis cinta harus dilandasi rasa kasih sayang. “Setiap pelayanan pendidikan harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. Mansur, menyatakan perlunya perubahan fundamental dalam praktik pendidikan selama ini yang dinilai inkonsisten. Ia menegaskan bahwa guru berperan sebagai arsitek masa depan yang harus bergerak secara dinamis dan transformatif.
“Sebagai guru, kita perlu melakukan transformasi. Saat ini, masa depan pendidikan dihadapkan pada kecerdasan buatan (AI), namun kita harus menghadirkan pembelajaran yang bernyawa, yang punya ruh. Karena itu, kurikulum berbasis cinta dan deep learning menjadi keniscayaan,” tegas H. Mansur.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN untuk menghargai pekerjaannya di Kementerian Agama. “Jual madrasah dengan prestasi. Kita kuat karena kita bersama, atau berjamaah,” pesannya.

MTs Negeri 3 Wakatobi: Lokomotif Perubahan
MTs Negeri 3 Wakatobi tampil sebagai penggagas utama workshop. Tim pengembang kurikulum madrasah tersebut dinilai berhasil merumuskan konsep kurikulum berbasis cinta yang selaras dengan tuntutan era AI. Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. Mansur, mengapresiasi inisiatif tersebut.
“Perlu kita tekankan peran kita sebagai lokomotif perubahan. Kurikulum yang mereka gagas tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi menghadirkan pembelajaran yang bernyawa dan punya ruh. Inilah yang disebut deep learning,” ujar H. Mansur di hadapan para ASN.
MAN 2 Wakatobi: Mitra Kolaborasi dan Implementasi
Tak ketinggalan, MAN 2 Wakatobi hadir dengan kekuatan penuh sebagai mitra kolaboratif yang akan mengimplementasikan kurikulum serupa secara simultan. Kepala Kanwil menekankan pentingnya sinergi antara MTs dan MA serta seluruh insan Kemenag di Pulau Binongko.
“Jangan berjalan sendiri. Kita kuat karena kita bersama, karena berjamaah. Jual madrasah dengan prestasi. MTsN 3 Wakatobi dan MAN 2 Wakatobi harus menjadi etalase pendidikan humanis dan ekologis di Wakatobi,” tegasnya.
Turut mendampingi Kakanwil, Kepala Bidang Mapenda Kanwil Kemenag Sultra, Mardawiah Kasim, serta Kasi Pendis Kemenag Wakatobi, Mutiara, S.Pd, MM. Mereka memastikan bahwa pendampingan teknis terhadap MTsN 3 Wakatobi dan MAN 2 Wakatobi akan terus dilakukan pasca workshop.
Selain itu, turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Sub bagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Wakatobi H. Mashuddin, S.Ag, Plt. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat, Muhammad, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binongko dan Togo Binongko, para kepala madrasah, dewan guru, serta guru PAI yang melekat di Pemda Wakatobi.
Dengan fokus kolaborasi ini, MTs Negeri 3 Wakatobi dan MAN 2 Wakatobi diharapkan menjadi pilot project kurikulum berbasis cinta di wilayah kepulauan Wakatobi. (red)
















