Faktual.net – Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Majelis Umat Kristen Indonesia (DPP MUKI), sebuah Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan yang hadir bersama Dewan Pimpinan Wilayah di 31 Provinsi di Indonesia memberikan pernyataan sehubungan dengan beredarnya potongan video ceramah Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kala (JK) di Masjid UGM, DI Yogyakarta, pada 5 Maret 2026 menuai polemik nasional diantara umat Kristen dan umat Islam yang dikirimkan ke redaksi Jumat 17 April 2026.
Dalam hal ini DPP MUKI melihat apabia disimak potongan video rekaman Bapak Jusuf Kala yang menyatakan “orang Islam dan orang Kristen yang saling membunuh akan mati sahid”. Video tersebut telah menimbulkan keresahan kepada sebagian masyarakat, terutama di kalangan masyarakat Kristen, karena Tuhan Yesus kepada umat Kristen tidak pernah mengajarkan umatNya untuk mati sahid. Bahkan Tuhan Yesus melarang untuk membunuh manusia dan Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kepada pengikut-Nya “jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, justru harus mengasihi semua orang termasuk kalau ada musuh, mendoakan dan memberkati mereka”. (Inil Lukas 6:27-29; Matius 5:37; Roma 12:17).
Menyikapi situasi tersebut dengan harapan menenangkan suasana kebatinan dan kedamaian antar umat beragama khususnya umat Islam dan umat Kristen, DPP MUKI memberikan masukan antaranya
Pertama, DPP MUKI memohon agar Menteri Agama RI bersama para Direktur Jenderal Bimbingan Kristen dan Katolik segera proaktif mengadakan solusi terbaik dengan dialog antar umat Kristen dan umat Islam sedini mungkin agar tidak terjadi pertentangan yang mengarah kepada hilangnya toleransi umat beragama dan bahayanya akan mengakibatkan terjadinya “perang antar suku dan agama”seperti peristiwa Situbondo tahun 1995 dan Poso pada tahun 1998-2002.
Kedua, DPP MUKI memohon agar Ketua Aras-Aras Gereja di Indonesia memberikan penyataan nasional kepada umat Kristen di Aras Gerejanya yang membuat suasana tenang dan sejuk ditengah hiruk pikuk beberapa Ormas yang membuat somasi terhadap Mantan Wapres RI Bapak Jusuf Kalla dengan tujuan agar kita semua dapat memelihara perdamaian bersama antar umat beragama, bukan memperuncing perbedaan pemahaman agama masing-masing yang menantang perdebatan.
Ketiga, DPP MUKI memohon agar Bapak Jusuf Kala dapat membuka diri untuk berdialog positif dengan tujuan menciptakan suasana kondusif diantara umat DPP MUKI sudah mengirimkan surat pada tanggal 14 April 2026 untuk bersilaturahmi dengan Bapak Jusuf Kala yang kiranya dapat membuka diri dengan seluruh Aras-Aras Gereja dan Ormas-ormas Kristen dengan tujuan persatuan antar umat demi terciptanya NKRI yang penuh kedamaian dan kesejahteraan buat seluruh umat beragama.
Keempat, DPP MUKI terus mendoakan Mantan Wapres RI Bapak Jusuf Kala, supaya diberikan Tuhan hikmat dan pengertian mengenai ajaran Tuhan Yesus Kristus yang benar yaitu kita memaafkan beliau, bukan menghakimi beliau, karena penghakiman bukanlah wewenang kita manusia berdosa, akan tetapi wewenang mutlak Tuhan Yesus (Matius 7:1-2; Lukas 6:37).
Kelima, DPP MUKI menyerukan seluruh jajaran organisasi MUKI di Indonesia dan kepada seluruh umat Kristen di Indonesia untuk memberikan tanggapan dengan hati dingin dan jernih dengan menggunakan hikmat dari Tuhan; tidak usah resah, marah atau kecil hati; tetap menjaga kedamaian dan kerukunan dengan semua umat beragama di Indonesia. Mari kita bersama-sama Aras-Aras Gereja dan seluruh Ormas Keagamaan Kristen menyerahkan persoalan ini kepada Wapres RI Bapak Jusuf Kala dan Kementerian Agama RI untuk menemukan jalan keluar yang sejuk dan teduh bagi bangsa dan negara kita.
Keenam, Salah satu program nasional MUKI adalah mengutamakan dialog antar umat beragama dalam rangka menciptakan kesejukan iklim umat beragama di Indonesia. Itu sebabnya dalam menyikapi polemik ceramah Wapres RI Bapak Jusuf Kala, DPP MUKI tetap mengutamakan dialog daripada mempertentangkan dan mencari
Ketujuh, MUKI Berdasarkan Prinsip “4K”MUKI berjuang membela Kebenaran, Keadilan dan Kesetaraan berdasarkan Kasih (“4K”) untuk melestarikan kerukunan umat beragama dalam perjuangan nasional menuju Indonesia Emas dan aktif mempertahankan pilar-pilar bangsa yaitu UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Tujuh Pernyataan sikap ini diharapkan segera di respon Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. Haji Nasaruddin Umar, Dirjen Bimbingan Umat Kristen, Kementerian Agama RI, Ketua Aras-Aras Gereja di Indonesia, Jusuf Kala dan Pimpinan Media Masa di Indonesia Salam dalam Kasih Tuhan Yesus. (Red/JS)
















