Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
Headline

Dirgahayu Kopassus: Pengabdian, Kehormatan, dan Jejak Seorang Prajurit Sejati

20
×

Dirgahayu Kopassus: Pengabdian, Kehormatan, dan Jejak Seorang Prajurit Sejati

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta – Kamis (16/4/2026) –  Memperingati Dirgahayu Kopasus pada tanggal 16 April 2026, Letkol Inf (Purn). G. Borlak, S.Sos., M.M., Mahasiswa S3 Doktoral Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Universitas Negeri Jakarta baginya, ulang tahun Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bukan sekadar penanda bertambahnya usia satuan elite TNI AD, melainkan momentum reflektif untuk meneguhkan kembali jati diri, kehormatan, serta pengabdian tanpa batas kepada bangsa dan negara.

“Bagi saya pribadi, sebagai seorang purnawirawan Kopassus, momen ini selalu menghadirkan kebanggaan sekaligus tanggung jawab moral untuk terus menjaga marwah korps, meski tidak lagi aktif berdinas,” ujarnya.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Kopassus telah menorehkan sejarah panjang dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam berbagai operasi militer maupun tugas kemanusiaan, prajurit Kopassus dikenal dengan disiplin tinggi, keberanian, serta loyalitas yang tidak tergoyahkan. Nilai-nilai tersebut tidak lahir secara instan, melainkan ditempa melalui proses panjang—fisik, mental, dan karakter—yang membentuk sosok prajurit tangguh dan berintegritas.

Namun demikian, dinamika zaman yang terus berkembang menghadirkan tantangan baru. Perkembangan teknologi, perubahan pola konflik, hingga tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme dan transparansi menuntut Kopassus untuk terus beradaptasi.

Kejayaan masa lalu tidak cukup menjadi sandaran; inovasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi keniscayaan.

Sebagai seorang yang kini menempuh pendidikan doktoral di bidang kependudukan dan lingkungan hidup, saya memandang bahwa ancaman ke depan tidak lagi semata bersifat konvensional. Krisis lingkungan, konflik sumber daya, serta dinamika demografi berpotensi menjadi sumber instabilitas baru.

Dalam konteks ini, prajurit Kopassus dituntut memiliki wawasan yang lebih luas—tidak hanya unggul dalam bidang militer, tetapi juga memahami kompleksitas sosial dan lingkungan strategis.

Lebih dari itu, penting bagi seluruh keluarga besar Kopassus—baik prajurit aktif maupun purnawirawan—untuk terus menjaga soliditas dan integritas. Citra Kopassus di mata rakyat adalah kehormatan yang harus dijaga melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

Dalam dimensi yang lebih personal, ulang tahun Kopassus juga menghadirkan ruang refleksi yang mendalam. Ada kebanggaan, ada haru, bahkan terkadang kesunyian batin yang hanya dapat dipahami oleh mereka yang pernah mengabdi dalam sunyi dan risiko.

Baca Juga :  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Tegaskan Komitmen  Ciptakan Iklim Investasi Kondusif di Dalam Negeri

Menjadi prajurit Komando bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup. Sebagai insan prajurit Komando sejati, kami dididik dengan semboyan: Berani, Benar, Berhasil. Sebuah prinsip yang tidak hanya diucapkan, tetapi dihidupi dalam setiap penugasan. Bahkan, terdapat keyakinan yang tertanam kuat: lebih baik pulang nama daripada gagal di medan laga.

Sebuah ungkapan yang menggambarkan betapa tinggi nilai kehormatan dan tanggung jawab yang diemban.

Prajurit Kopassus dilahirkan dan dibesarkan untuk selalu unggul—pantang menyerah, kuat dalam tekanan, tidak mudah putus asa, serta rela berkorban demi kepentingan yang lebih besar. Namun di balik ketangguhan itu, tetap tertanam kerendahan hati. Sebab setiap derap langkah maju sesungguhnya adalah pertaruhan harga diri, kehormatan, dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara.

Setiap tugas yang dijalankan mengandung risiko tinggi. Oleh karena itu, dapat kembali dan berkumpul bersama keluarga adalah anugerah yang tidak ternilai. Dari sanalah muncul kesadaran bahwa pengabdian bukan hanya tentang keberanian di medan tugas, tetapi juga tentang keikhlasan menerima segala konsekuensi.

Kopassus telah melahirkan banyak kesatria dan pemimpin bangsa. Mereka hadir bukan untuk mencari pengakuan, melainkan untuk memberikan Dharma Bakti terbaik—tanpa pamrih, tanpa setengah hati. Bagi saya pribadi, Kopassus telah membentuk jati diri, mengajarkan arti perjuangan, dan menjadikan saya pribadi yang selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam setiap peran kehidupan.

Pengabdian seorang prajurit tidak pernah benar-benar berakhir. Meskipun telah memasuki masa purna tugas, nilai-nilai keprajuritan tetap hidup dan menjadi bagian dari jati diri. Dalam kehidupan bermasyarakat, purnawirawan memiliki peran strategis sebagai teladan, penjaga nilai kebangsaan, serta perekat persatuan.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh prajurit Kopassus, di manapun berada dan bertugas. Teruslah menjadi garda terdepan dan kekuatan utama bagi NKRI. Jadilah prajurit yang profesional, modern, dan senantiasa dicintai rakyat.

Terima kasih, Kopassus. Engkau telah menjadikan kami kuat, tangguh, dan selalu siap mengabdi untuk Ibu Pertiwi.

Dirgahayu Kopassus.
Jayalah selalu, panjang umur pengabdianmu.

Sekali Komando, Tetap Komando.
KOMANDO.

Reporter: Rosmauli

Tanggapi Berita Ini