Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Berkali-Kali Disarankan Visum, Keluarga Pilih Damai Polemik Kematian Rasul Masih Menggantung

×

Berkali-Kali Disarankan Visum, Keluarga Pilih Damai Polemik Kematian Rasul Masih Menggantung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net,Gowa, Sulsel — 6 Abril 2026, Fakta lanjutan terungkap dalam kasus kecelakaan maut yang menewaskan Rasul warga bontosunggu kelurahan je’nebatu kecamatan bungaya, kejadian di kawasan Tana Karaeng.

Kepala Puskesmas Sapaya, H. Nurdin Sibali, disebut telah berkali-kali mengarahkan pihak keluarga korban untuk melakukan visum di wilayah kejadian.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Namun, upaya tersebut tidak ditindaklanjuti.

Pihak keluarga korban memilih untuk tidak melanjutkan proses visum dengan alasan ingin menyelesaikan persoalan secara damai.

Pengakuan ini memperjelas sebagian kronologi yang sebelumnya kabur. Di satu sisi, pihak puskesmas disebut telah menjalankan fungsi prosedural dengan menyarankan visum.

Namun di sisi lain, keputusan keluarga untuk tidak melanjutkan proses tersebut justru menjadi titik awal munculnya polemik berkepanjangan.

Persoalan kemudian berkembang: ketika visum tidak dilakukan sejak awal, mengapa tuntutan hasil visum tetap muncul belakangan? Dan apakah ada bentuk pemeriksaan lain yang bisa menjelaskan penyebab kematian korban?

Baca Juga :  Skandal Dugaan Penyimpangan Bansos di Manyampa, Warga Minta Audit Total dan Pengusutan Pihak Terkait

Kondisi ini menempatkan publik pada situasi yang membingungkan.

Tidak adanya visum berarti tidak ada dokumen medis resmi yang bisa menjelaskan secara rinci penyebab kematian. Namun di saat yang sama, permintaan kejelasan tetap mengemuka.

Di sisi lain, sikap komunikasi dari pihak puskesmas yang sebelumnya terkesan tertutup juga ikut memperkeruh keadaan.

Minimnya penjelasan terbuka membuat fakta yang ada tidak tersampaikan secara utuh ke publik.

Kasus ini kini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya prosedur sejak awal.

Dalam kejadian yang menyebabkan korban jiwa, visum bukan sekadar pilihan, melainkan langkah krusial untuk memastikan kejelasan medis dan menghindari polemik di kemudian hari,

Reporter : Sattu

Tanggapi Berita Ini