Faktual.net – Jakarta Selatan, DKI Jakarta – Minggu 29 Maret 2026 – Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Jemaat Pasar Minggu menggelar Workshop Tata Cara Memandikan Jenazah sebagai bagian dari penguatan pelayanan kedukaan bagi jemaat.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua 1 PHMJ GPIB Pasar Minggu Pnt. Mesah Tarigan, yang bertujuan membekali tim pelayanan dengan pemahaman, keterampilan, serta sikap yang tepat dalam melayani keluarga yang sedang berduka.
Workshop yang diikuti oleh para pelayan dan jemaat menghadirkan materi komprehensif, mulai dari makna pelayanan kedukaan, pembentukan struktur tim, hingga praktik langsung tata cara memandikan jenazah sesuai prosedur yang benar, tertib, dan penuh penghormatan.
Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Yayasan Hidup Baru:
1. Telly Bawole – Lahope
2. Yuni Manzanares
3. Adi (Tim Hidup Baru)
Telly Bawole – Lahope menekankan bahwa pelayanan kedukaan merupakan pelayanan kasih, yang tidak hanya berfokus pada teknis, tetapi juga pada empati dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. “Pelayanan ini adalah wujud kasih yang tulus, menghormati kehidupan yang telah dijalani, sekaligus menghadirkan penguatan bagi keluarga,” disampaikannya dalam sesi pemaparan materi.
Selain itu, peserta juga dibekali dengan dasar Firman Tuhan seperti Kejadian 3:19, Roma 14:8, dan Pengkhotbah 3:1-2, yang menegaskan bahwa kehidupan dan kematian berada dalam kedaulatan Tuhan.
Dalam workshop ini dijelaskan secara rinci tahapan pelayanan, meliputi:
1. Persiapan keluarga dan administrasi
2. Persiapan alat dan perlengkapan
3. Pengaturan ruangan yang layak dan menjaga privasi
4. Proses memandikan jenazah secara bertahap dan penuh penghormatan
5. Penanganan akhir dan penyerahan kepada keluarga.
Selain Jemaat GPIB Pasar Minggu, peserta yang hadir juga berasal dari Pengurus KPK GPIB Efatha Jakarta dan GPIB Pancoran Rahmat Depok. Para peserta diajarkan pentingnya sikap dalam pelayanan, seperti menjaga kerahasiaan, bersikap tenang, penuh hormat, serta menghindari percakapan yang tidak perlu selama proses berlangsung.
Ketua KPK sekaligus Ketua Panitia Reina Worontikan Apituley menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membentuk tim pelayanan kedukaan yang siap, sigap, dan memiliki pembagian tugas yang jelas. “Kami ingin setiap pelayan memahami perannya dan siap melayani kapan pun dibutuhkan, dengan hati yang penuh kasih,” ujarnya.
Pengurus KPK GPIB Pasar Minggu terdiri dari Sekretaris Monik Rehanusa dan Bendahara Tria Suroso, yang siap melayani 24 jam penuh bagi jemaat yang membutuhkan melalui nomor telepon yang tertera di dalam talenta dan warta jemaat.
Melalui workshop ini, GPIB Pasar Minggu menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya terorganisir dengan baik, tetapi juga menyentuh kebutuhan emosional dan spiritual jemaat dalam masa kedukaan. Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh kesungguhan, serta diakhiri dengan doa bersama sebagai wujud penyerahan pelayanan kepada Tuhan. (Red / JS / DCH)
















