faktual.net, Batang, Jawa Tengah. Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di kawasan Rumah Dinas Wakil Bupati Batang tampak berbeda, Selasa (17/3/2026). Di tengah lalu lalang kendaraan di Kompleks Pemkab Batang, puluhan warga terlihat mengantre dengan tertib menunggu pembagian takjil.
Di lokasi tersebut, Wakil Bupati Batang, Suyono, tidak sekadar hadir secara simbolis. Ia turun langsung membagikan paket takjil kepada warga, menyapa satu per satu dengan pendekatan yang sederhana namun terasa hangat.
Sebanyak 100 paket menu berbuka disiapkan setiap hari selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas seremonial, tetapi juga sebagai upaya membangun kedekatan emosional antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Senyum anak-anak dan warga yang menerima takjil menjadi gambaran nyata dari suasana kebersamaan tersebut. Dengan dibantu personel Satpol PP, pembagian berlangsung tertib dan lancar.
“Setiap hari kami siapkan 100 paket takjil dengan menu yang berbeda-beda, mulai dari kolak, kurma hingga jajanan pasar. Ini bentuk ikhtiar kami untuk berbagi di bulan Ramadhan,” ujar Suyono.
Memasuki pertengahan hingga akhir Ramadhan, menu seperti susu segar dan kurma menjadi favorit warga. Kehadiran kegiatan ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Yanti, salah satu warga, mengaku mendapatkan takjil secara tidak sengaja saat melintas. “Alhamdulillah tadi lewat, ternyata ada pembagian takjil. Sangat membantu, terima kasih Pak Yono,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Narti, warga Kauman, yang tengah menghabiskan waktu ngabuburit bersama anaknya. Ia menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif, terutama bagi masyarakat yang sedang beraktivitas di luar rumah menjelang berbuka.
Tak berhenti pada pembagian takjil, Suyono juga menggagas kegiatan berbuka puasa bersama anak yatim. Ia bahkan berinisiatif menghadirkan kuliner khas daerah sebagai simbol identitas lokal.
Menu utama yang disiapkan adalah Nasi Megono, makanan tradisional khas Batang, yang akan disajikan bersama lauk pauk, sayur, dan buah.
“Megono menjadi menu utama karena ini adalah kuliner khas Batang. Kami ingin sekaligus mengenalkan dan melestarikan kearifan lokal,” tambahnya.
Menurutnya, Ramadhan merupakan momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial dan mempererat hubungan antarwarga. Ia pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sisa bulan suci dengan kegiatan yang membawa manfaat.
“Intinya, mari kita berlomba-lomba mencari keberkahan Ramadhan dengan memperbanyak kegiatan positif dan saling membantu,” pungkasnya.
Redaksi
















