Faktual.net – Jakarta, 11 Maret 2026 – Koordinator Aliansi Kader HMI Jabodetabek–Banten, Maulana Indris Sangadji yang akrab disapa Idris Sangadji, mendesak Panin Bank untuk segera menyelesaikan persoalan yang diduga merugikan debitur. Permasalahan tersebut terkait proses kredit, eksekusi jaminan, serta pelelangan aset yang hingga kini masih menyisakan polemik dan tuntutan pemulihan hak.

Menurut Idris, lembaga perbankan sebagai institusi yang mengelola dana masyarakat harus menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap hukum. Ia menegaskan, jika benar terdapat dugaan pelanggaran prosedur dalam proses pelelangan maupun eksekusi jaminan, hal tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus segera dipertanggungjawabkan secara terbuka.
“Aliansi Kader HMI Jabodetabek–Banten memandang persoalan ini sebagai masalah serius yang menyangkut keadilan bagi masyarakat. Hak-hak debitur harus segera dipulihkan, dan seluruh proses yang diduga melanggar hukum harus diusut secara jelas oleh pihak yang berwenang,” tegas Idris.
Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, Aliansi Kader HMI Jabodetabek–Banten bersama PETIR Bogor Raya akan menggelar aksi demonstrasi di kantor Panin Bank Bogor sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan kontrol publik terhadap persoalan tersebut.
Lebih jauh, Idris menegaskan bahwa aksi tersebut tidak akan berhenti di Bogor. Apabila tidak ada itikad baik dari pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan secara adil dan transparan, pihaknya akan melanjutkan aksi demonstrasi di Jakarta. Sasaran aksi tersebut adalah sejumlah lembaga strategis seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), serta Kantor Pusat Panin Bank.
Menurut Idris, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan Aliansi Kader HMI Jabodetabek–Banten dalam mengawal persoalan ini hingga mendapatkan penyelesaian yang adil. “Kami akan terus mengawal kasus ini sampai hak-hak yang dirampas dikembalikan dan ada pertanggungjawaban yang jelas dari pihak yang terlibat,” pungkasnya.
Reporter: Johan Sopaheluwakan

















