Faktual.net – Jakarta Pusat, DKI Jakarta – Yayasan Aviasi Berkat Transformasi Indonesia (YABTI) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-21 di The Acacia Hotel, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2026). Momentum ini menjadi refleksi perjalanan lebih dari dua dekade lembaga tersebut dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.
YABTI didirikan oleh mantan pilot, Capt. Zifky Priatelna, yang meninggalkan profesinya untuk fokus pada pelayanan sosial. Bersama sejumlah rekan, ia memulai gerakan tersebut melalui Aviation Community Ministry (ACM), yang kemudian berkembang menjadi Yayasan Aviasi Berkat Transformasi Indonesia (YABTI).
Selama 21 tahun, YABTI menjalankan berbagai program rutin. Di bidang pendidikan formal, yayasan ini mengelola Love School yang menjangkau anak-anak dari masyarakat sekitar Parung Panjang. Selain itu, YABTI mendirikan panti asuhan House of Restoration (HOR) sebagai rumah pembinaan bagi anak-anak asuh. Di bidang sosial, YABTI menjalankan program Christ Around on Earth (CARE), berupa pembagian sembako dan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan setiap bulan. Yayasan ini juga terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan saat terjadi bencana di sejumlah wilayah Indonesia, serta melaksanakan kegiatan bakti sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Tidak hanya itu, YABTI turut menjangkau wilayah pedalaman Papua dengan memberikan bantuan sosial serta merekrut anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan. Anak-anak tersebut dibina hingga menyelesaikan pendidikan dengan harapan dapat kembali membangun daerah asalnya.
Momentum perayaan ini turut dirangkaikan dengan HUT ke-8 GGP Love Church sebagai wadah penggembalaan jemaat. Tema “Keep On Fire” menjadi benang merah perayaan, menekankan pentingnya menjaga semangat dan komitmen dalam pelayanan.
Dalam pesan rohani yang disampaikan, Capt. Zifky Priatelna menegaskan bahwa tantangan hidup merupakan bagian dari dinamika yang tidak terhindarkan. “Persoalan dan tantangan hidup akan selalu ada sebagai dinamika kehidupan yang natural. Dunia yang natural akan mengalami kemerosotan, karena itu yang kita pegang adalah nilai kekekalan. Kita tidak boleh kehilangan semangat untuk terus berjuang dan menjadi berkat,” ujarnya.
Dewan Pengawas YABTI, Capt. Inel Sampelalong, dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kiprah yayasan agar tetap konsisten melayani masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Ketua YABTI Aji Sasongko menegaskan arah pengembangan yayasan ke depan akan difokuskan pada pembentukan generasi yang cerdas dan unggul melalui Love School dan House of Restoration. “YABTI tidak bisa berjalan sendiri tanpa mitra yang sevisi. Ke depan, kami akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai institusi maupun individu penyantun agar dampaknya semakin luas,” kata Aji dalam wawancara terpisah.
Saat ini, melalui Love School dan House of Restoration, YABTI membina lebih dari 100 anak. Yayasan berharap kolaborasi yang terus dibangun dapat memperkuat kontribusi nyata dalam pendidikan dan pelayanan sosial di berbagai daerah.
Perayaan HUT ke-21 ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen YABTI untuk terus menghadirkan program pendidikan dan kemanusiaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat

















