Faktual.net,Gowa, Sulsel– LSM INAKOR Kabupaten Gowa melakukan inspeksi langsung terhadap proyek pembangunan Lapangan Baji’ Minasa di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Minggu (15/2/2026). Hasil peninjauan tersebut memunculkan dugaan kuat adanya ketidaksesuaian antara nilai anggaran dan kondisi fisik proyek di lapangan.
Kunjungan ini bersama Team TRC Faktual.Net lihat langsung merupakan tindak lanjut laporan resmi yang telah dilayangkan INAKOR kepada Kejaksaan Negeri Gowa terkait dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2023–2025. Salah satu proyek yang disorot adalah pembangunan lapangan dengan nilai anggaran mencapai Rp556.261.350.
Ketua DPD INAKOR Gowa, Aswar, menegaskan bahwa pemeriksaan lapangan dilakukan untuk memastikan laporan yang disampaikan bukan sekadar asumsi, melainkan berbasis temuan nyata.

“Kami turun langsung untuk memastikan fakta di lapangan. Apa yang kami lihat memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pekerjaan dan kesesuaian dengan anggaran yang digelontorkan,” tegasnya.
Menurut INAKOR, sejumlah kondisi fisik lapangan dinilai tidak mencerminkan nilai proyek yang cukup besar. Temuan awal tersebut dianggap sebagai indikasi yang layak ditindaklanjuti melalui audit menyeluruh dan pemeriksaan hukum.
“Kami tidak ingin berspekulasi, tetapi fakta fisik yang ada menuntut penjelasan. Jika anggaran ratusan juta rupiah telah digunakan, maka hasilnya juga harus dapat dipertanggungjawabkan secara nyata,” lanjut Aswar.
INAKOR mendesak aparat penegak hukum segera melakukan audit teknis dan investigasi mendalam untuk menguji kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan realisasi anggaran.
Desakan tersebut juga sejalan dengan tuntutan masyarakat setempat yang menginginkan kejelasan penggunaan Dana Desa. Warga berharap proses hukum berjalan transparan, objektif, dan tanpa kompromi, agar tidak ada ruang bagi praktik penyimpangan yang merugikan kepentingan publik.
INAKOR menegaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran desa merupakan bagian dari kontrol sosial yang sah dan penting, terutama ketika proyek yang dibiayai uang rakyat menunjukkan indikasi ketidakwajaran.
Media ini tetap membuka ruang klarifikasi bagi seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.
Reporter Sattu
















