Faktual.net, Makassar, Sulsel- 10 Desember 2025- Kisah Ikram, seorang anak panti asuhan yang mengalami kondisi medis serius berupa cairan, gumpalan darah, dan kebocoran usus, menyita perhatian banyak pihak. Sebelumnya, Ikram sempat ditolak sejumlah rumah sakit di Makassar karena tidak memiliki BPJS, sebelum akhirnya mendapatkan perawatan di RSUD Daya.
Menurut keterangan pengasuh Panti Asuhan Al-Muhaimin, kondisi Ikram sudah memburuk sebelum tiba di rumah sakit. Ia telah tiga kali dibawa ke klinik, namun tidak menunjukkan perkembangan sehingga disarankan dirujuk ke rumah sakit besar.
“Waktu itu Ikram sudah sangat lemah. Nafasnya tidak teratur dan dia terus menahan sakit. Kami panik karena rumah sakit tidak menerima tanpa BPJS,” ujar salah satu pengasuh.
Setelah mendapatkan perawatan di RSUD Daya, pengasuh menyampaikan kabar baik bahwa BPJS pemerintah untuk Ikram kini telah terbit dan mulai bisa digunakan.
“Alhamdulillah BPJS-nya sudah ada setelah Ikram dalam perawatan. Ini sangat membantu,” kata pengasuh.
Donasi Mulai Berdatangan
Pengasuh panti juga mengucapkan rasa syukur karena beberapa orang sudah mengirimkan donasi untuk membantu kebutuhan Ikram dan operasional panti.
“Alhamdulillah sudah ada beberapa orang baik yang memberikan donasinya. Ini sangat meringankan kebutuhan Ikram dan anak-anak lain,” ujarnya.
Panti Asuhan Al-Muhaimin diketahui merawat banyak anak yang tidak seluruhnya mendapatkan bantuan pemerintah. Sebagian anak bahkan harus berjualan untuk membayar SPP, sementara ada pula yang tidak mengikuti ujian karena belum melunasi biaya sekolah.
Ajakan untuk Berbagi
Masyarakat yang ingin membantu Ikram dapat menyalurkan donasi melalui:
BCA – 79707285
A/N: Maryuni
(Pengasuh Panti Asuhan Al-Muhaimin)
Alamat Panti:
Jl. Landak Baru, Lorong 1
Inspeksi Kanal Selatan 2, Makassar
Kontak:
0821-9361-4857 (Pengasuh / Maryuni)
Pihak panti berharap dukungan masyarakat dapat mempercepat pemulihan Ikram dan membantu kebutuhan anak-anak lain di bawah pengasuhan mereka.
“Semoga proses pemulihan Ikram berjalan lancar. Terima kasih kepada semua yang telah peduli,” tutup pengasuh.
Reporter Syadir Ali.
Redaksi.
















