Faktual.net, Gowa, Sulsel- 4 Desember 2025, Terduga pelaku kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan penyandang disabilitas berinisial (T), tewas diamuk massa usai berhari-hari berkeliaran tanpa penindakan tegas. Insiden ini memicu kritik keras terhadap pihak kepolisian yang dinilai lalai dan tidak maksimal dalam menangani kasus tersebut.
Sejak identitas pelaku diketahui, warga melakukan pencarian secara mandiri karena merasa aparat tidak bergerak cepat. Pelaku bahkan sempat terlihat pada rekaman cctv salah satu toko milik warga desa Rappolemba, dalam video tersebut terduga pelaku (A) alias (P) membeli korek api. Pelaku juga sempat naik di rumah salah satu warga Desa Rappolemba, namun kembali melarikan diri setelah pemilik rumah mengetahui identitas pelaku.
Sejumlah warga menilai pelaku seharusnya sudah diamankan sebelum situasi memanas.
“Sejak pelaku melarikan diri setelah aksi bejatnya ketahuan tidak ada tindakan cepat dari pihak kepolisian, apalagi si (A) ini alias (P) baru baru keluar penjara, tetapi pelaku malah berkeliaran, tentu saja warga marah,” ujar salah satu warga yang merupakan tetangga korban.
“Kalau polisi bergerak dari hari pertama, tidak mungkin ada kejadian sebrutal ini,” tambahnya.
Ketegangan memuncak ketika pada Rabu sore sekitar 16.30 WITA, seorang warga melihat pelaku berada di jalan Tangngaparang, Desa Rappoala. Dalam hitungan menit, informasi menyebar luas dan warga berkumpul mengejar pelaku hingga tertangkap di Dusun Taipakkodong.
Emosi massa yang sudah tersulut tak dapat dibendung. Pelaku diseret menggunakan sepeda motor dari Taipakkodong hingga perbatasan Desa Rappolemba – Kelurahan Cikoro.
Salah satu warga yang berada di lokasi kejadian menyesalkan kejadian tersebut,
“Kami bukan mau main hakim sendiri, tapi karena tidak ada tindakan jelas dari pihak kepolisian. Masyarakat sudah resah, apalagi korban adalah penyandang disabilitas,” ungkapny
“Yang kami sesalkan, kenapa pelaku bisa bebas berkeliaran berhari-hari?” lanjutnya.
Dari insiden tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap lemahnya respons aparat dalam penanganan sejumlah warga menilai kejadian ini mencerminkan lemahnya sistem respon cepat Polsek Tompobulu, minimnya kehadiran aparat saat situasi rawan membuat warga bertindak sendiri, yang berujung pada tindakan main hakim sendiri.
Reporter Ardi.
Redaksi.













