faktual.net,Takalar,Sulsel – Fenomena langka terjadi di Kabupaten Takalar. Pasca kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Sulsel, kondisi di SPBU Takalar, kini berbalik 180 derajat. Stok solar aman, dan tidak ada lagi antrian panjang.
Sebelumnya, pantauan awak media di lapangan setiap pagi suasana di area SPBU Takalar terlihat semrawut. Puluhan jerigen berjejer rapi di area SPBU, diduga kuat milik pelaku penimbunan BBM jenis solar dengan modus mengatasnamakan petani dan nelayan.
Santer sebelum kelangkaan BBM laporan masyarakat pendistribusian tidak tepat sasaran dengan jerigen,modifikasi tangki modus operandi penimbun, adapun SPBU Tamalalang, Kalampa, Kalakbirang, Panaikang, Palleko, Tepo & Bontomanai , informasi ini menunggu keterangan pihak pengelola SPBU.
Kondisi tersebut membuat sopir truk dan nelayan asli yang benar-benar membutuhkan harus antri berjam-jam bahkan sampai bermalam.
Namun pantauan hari ini, Rabu (16/09/2026), suasana tersebut hilang. Aktivitas SPBU terpantau normal, lancar, dan lengang tanpa antrian ..
Salah satu pihak SPBU Panaikang mengungkapkan bahwa ketersediaan solar saat ini aman.
“Alhamdulillah stok solar aman, kami pastikan tidak ada antrian, berbeda dengan hari-hari sebelumnya Pak, banyak antrian. Sekarang sudah normal kembali, pasokan dari Pertamina lancar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya kini lebih ketat dalam pendistribusian agar BBM subsidi tepat sasaran dan tidak lagi dimanfaatkan oleh oknum penimbun.
Kondisi lengangnya SPBU ini diduga tidak lepas dari gencarnya operasi yang dilakukan Polda Sulsel dan jajaran. Di tengah kelangkaan BBM, Polda Sulsel menggelar operasi besar-besaran.
Seperti di Polres Parepare mengungkap 2 LP dengan modus tangki modifikasi dan 18 barcode, Polres Toraja Utara 1 LP dengan 4.000 liter solar untuk tambang ilegal, Polres Wajo 1 LP dengan 6 tersangka, Polres Bulukumba 1 LP dengan 53 jerigen kosong, dan Polres Selayar 1 LP dengan 4.000 liter solar.
Operasi tersebut diyakini memutus mata rantai penimbunan yang selama ini menggunakan modus petani dan nelayan untuk membeli solar subsidi dalam jumlah besar.
Para sopir pun menyambut baik kondisi ini.”Dulu pagi-pagi sudah banyak jerigen berjejer, kami yang butuh solar malah tidak kebagian. Sekarang kosong, langsung isi. Semoga polisi terus awasi,” ujar salah seorang sopir.
Pihak SPBU Takalar berharap masyarakat tidak panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.
Reporter : Asman














