Faktual.net, Gowa, Sulsel– 3 Nopember 2025, Pekerjaan proyek pengaspalan Paket 7 Dana Bagi Hasil (DBH) yang berlokasi di Bara-Bara Pute, Kelurahan Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 1.502.691.113,20 itu diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Berdasarkan papan proyek di lapangan, pekerjaan ini memiliki volume panjang 740 meter dengan lebar 3,0 meter, dilaksanakan oleh PT Intan Indah Pelangi sebagai pihak pelaksana, dan diawasi oleh CV Wira Kamil Konsultan sebagai konsultan pengawas. Namun, kondisi fisik jalan di lokasi menunjukkan hasil yang jauh dari harapan.
Pantauan awak media di lapangan memperlihatkan bahwa lapisan aspal tampak tipis, tidak merata, bahkan sebagian permukaan sudah mulai retak dan terkelupas, padahal pekerjaan masih tergolong baru. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan kuat adanya dugaan pekerjaan asal jadi dan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
Salah seorang warga Bara-Bara Pute yang ditemui di lokasi menyampaikan kekecewaannya.
“Kami heran, proyek miliaran rupiah tapi hasilnya begini. Aspalnya tipis, baru diinjak mobil satu dua kali sudah terkelupas. Pemerintah harus turun langsung lihat ini, jangan cuma percaya laporan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Warga berharap agar Pemerintah Kabupaten Gowa dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera meninjau ulang proyek tersebut dan melakukan audit kualitas pekerjaan, mengingat proyek ini dibiayai dari dana publik yang seharusnya digunakan secara transparan dan akuntabel.
“Kami tidak ingin uang rakyat terbuang percuma. Kalau memang ditemukan penyimpangan, pihak pelaksana dan pengawas harus bertanggung jawab,” tegas warga lainnya.
Reporter Sattu.
Redaksi.













