Example floating
Example floating
Berita

Skandal Gizi? Dugaan Keracunan Massal di Batang Diselimuti Larangan Liputan Media

×

Skandal Gizi? Dugaan Keracunan Massal di Batang Diselimuti Larangan Liputan Media

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Batang, Jateng – Polemik terjadi di tengah upaya penanganan dugaan keracunan massal di SMK Negeri 1 Kandeman, Kabupaten Batang.

Setelah sebelumnya ratusan siswa mengalami gejala mual, sakit perut, dan diare usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (30/10/2025), kini muncul kabar bahwa Bupati Batang Faiz Kurniawan menginstruksikan agar wartawan tidak melakukan peliputan terkait kasus tersebut.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Informasi ini berawal dari agenda Wakil Bupati Batang, Suyono, yang berencana mengunjungi sejumlah siswa SMKN 1 Kandeman pada Jumat (31/10/2025). Kunjungan tersebut semula akan diliput oleh wartawan lokal yang biasa meliput kegiatan Pemkab Batang.

“Pak Wabup mau mengunjungi siswa yang keracunan, yang mau meliput monggo habis salat Jumat,” ujar salah satu wartawan, menirukan pemberitahuan dari Wakil Bupati Batang.

Namun, tak lama setelah salat Jumat, sejumlah wartawan menerima pesan mendadak dari Plt Kepala Dinas Kominfo Batang, Suprapto, yang menyatakan bahwa Bupati Faiz Kurniawan melarang media meliput kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Direktur RSUD Minta Media Menemuinya dan Memohon Berita Ditakedown, Publik Mulai Bertanya-Tanya: Ada Apa Sebenarnya?

“Saya baru saja dihubungi Pak Plt Kadis Kominfo, katanya kita tidak boleh meliput,” ungkap salah satu sumber internal Pemkab Batang.

Pesan dari Suprapto kemudian diteruskan kepada para jurnalis. Dalam pesan itu, ia menyebut bahwa keputusan tersebut sudah disetujui oleh Wakil Bupati.

“Saya sudah bilang ke Pak Wabup, beliau setuju dengan instruksi Pak Bupati, tidak boleh diliput,” demikian bunyi pesan WhatsApp yang diterima oleh sumber PojokBaca.id.

Kebijakan mendadak ini menimbulkan kebingungan di kalangan wartawan yang sehari-hari meliput kegiatan Pemerintah Kabupaten Batang.

Beberapa jurnalis mempertanyakan alasan di balik pelarangan liputan, terlebih kasus dugaan keracunan tersebut sudah menjadi perhatian publik.

“Ini kan menyangkut keselamatan siswa dan pelaksanaan program pemerintah (MBG), mestinya informasi justru terbuka agar masyarakat tahu penanganannya seperti apa,” ujar salah seorang jurnalis.

Hingga berita ini ditulis, pihak Bupati Batang Faiz Kurniawan dan Dinas Kominfo Batang belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pelarangan tersebut.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit