Faktual.Net, Batang, Jateng – Seorang remaja di bawah umur berinisial DP (16) mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu oknum security di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), berinisial WY. Kejadian tersebut dialaminya pada Jumat (26/9/2025) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Menurut pengakuan DP kepada awak media pada hari Senin, (29/9/2025). Insiden terjadi bermula ketika motor yang ditumpanginya bersama dua rekannya mogok di sekitar kawasan KITB. Saat itulah, dua orang security yang melintas mendekat dan menawarkan bantuan.
“Motor saya mogok tidak bisa dinyalakan. Kemudian ada dua security berboncengan yang melintas dan menghampiri. Karena motor teman saya tak bisa dinyalakan, kami diajak ke pos security dengan cara diantar,” ujar DP.
Karena mereka bertiga, kata DP, salah satu security kemudian memanggil rekan lainnya untuk memboncengnya. Akhirnya, kedua teman DP, AW dan RZ, dibonceng oleh satu security, sementara DP sendiri dibonceng oleh WY, yang diduga sebagai pelaku.
Dalam perjalanan menuju pos security, DP mengaku mengalami pelecehan. “Pada saat di tengah jalan, tangan saya ditarik dan dipaksa untuk memegang kemaluan (WY). Tapi saya tidak mau,” tegasnya dengan suara bergetar.
Tindakan tak senonoh itu, lanjut DP, tidak berhenti sampai di situ. “Setelah itu (WY) sempat meraba dari kaki hingga paha atas dan menyentuh kemaluan saya. Saya langsung menyingkirkan tangannya sambil berkata, ‘Enggak mau, Pak’,” jelas DP menirukan kejadian memilukan tersebut.
Mendapat perlakuan yang tidak pantas terhadap anaknya, orang tua korban, IS, menyatakan sikap tegas. Ia bertekad untuk melaporkan dugaan pelecehan ini melalui jalur hukum agar pelaku dapat diproses sesuai perbuatannya.
“Saya tidak rela jika anak saya mendapat perlakuan seperti itu. Hal ini harus diproses secara hukum. Saya akan melaporkan ini kepada pihak yang berwajib,” pungkas IS dengan nada tegas.
Tim/Red














