faktual.net, Kendari, Sultra. UMKM kreatif di Kota Kendari bakal punya “senjata baru” untuk mengukur kinerja mereka. Tim peneliti dari STIE Enam Enam Kendari berhasil mengembangkan instrumen berbasis Triple Bottom Line (TBL) yang tidak hanya menilai aspek ekonomi, tapi juga dampak sosial dan lingkungan.
Ketua tim penelitian, Dr. Asraf, SE., MM, menyebut riset ini merupakan bagian dari Program Penelitian Dosen Pemula (PDP) – Riset Dasar Tahun 2025 yang didanai langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
“Instrumen ini akan jadi terobosan untuk UMKM. Mereka bisa tahu seberapa jauh usahanya bukan cuma untung, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan ramah lingkungan,” kata Asraf pada Jumat, 19/9/2025.
Hingga kini, tim peneliti sudah menuntaskan beberapa capaian penting, mulai dari penyusunan instrumen, uji validitas dan reliabilitas, sampai pengumpulan data lapangan lewat FGD, survei, dan wawancara. Sebanyak 100 pelaku UMKM industri kreatif di Kendari terlibat aktif dalam penelitian ini.
Lebih fantastis lagi, hasil riset ini bukan hanya akan dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi SINTA 3, tetapi juga ditargetkan memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Artinya, instrumen ini bisa diakui secara resmi dan bermanfaat luas, tidak hanya di Kendari tetapi juga untuk UMKM di berbagai daerah di Indonesia.
“Kalau biasanya UMKM cuma fokus cari untung, dengan instrumen ini mereka bisa lihat kinerja usahanya secara lebih utuh. Ada nilai tambah di mata konsumen modern yang makin peduli pada keberlanjutan,” tegas Asraf.
Riset ini pun sejalan dengan agenda besar pemerintah untuk memperkuat UMKM berdaya saing dan berkelanjutan. Lebih jauh, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dengan memadukan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dengan terobosan ini, STIE Enam Enam Kendari membuktikan diri sebagai kampus yang tak hanya berkontribusi dalam dunia akademik, tetapi juga mencetak inovasi nyata untuk masyarakat.
Redaksi















