faktual.net, Jakarta – Jakarta Utara menjadi proyek percontohan (pilot project) dalam penanganan sampah nasional secara organik dengan menggunakan jenis plastik mudah didaur ulang (high-density polyethylene/HDPE), dikatakan oleh

Menteri Lingkungan Hidup RI/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq jenis plastik mudah didaur ulang (high-density polyethylene/HDPE).
“Penanganan sampah nasional secara organik yang berbasis komunitas, khususnya sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka),” katanya saat menyerahkan bantuan drum HDPE komposter yang merupakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Esa Maha Karya Tunggal kepada warga di Jakarta, Kamis, (10/7).

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengapresiasi proyek percontohan tersebut dan mengatakan “Mudah-mudahan program kami sebagai kota percontohan pengelolaan sampah dapat berjalan secara optimal,” kata dia.
Patut diketahui Jakarta Utara sendiri menyumbang sekitar 510.000 ton per hari pada 2024.Dan warga dari 6 Kecamatan serta 31 Kelurahan mengeluh dengan Sampah yang terlihat dipinggiran jalan, dialiran sungai, dan juga dikolong jembatan.

Sampah di Jakarta Utara terpantau selain dari limbah masyarakat atau warga, juga diduga disumbang dari keberadaan PKL yang berjualan disembarang tempat di Jakarta Utara. (zul)















