Example floating
Example floating
Hukum

Oknum Wartawan di Bekasi Diduga Back Up Proyek Dispora, Ketum FWJ Indonesia Bereaksi

×

Oknum Wartawan di Bekasi Diduga Back Up Proyek Dispora, Ketum FWJ Indonesia Bereaksi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Kabupaten Bekasi, Jawa Barat –  (6/7/2025) – Munculnya dugaan keterlibatan oknum wartawan yang juga mengaku sebagai kontraktor proyek Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2025, menuai kecaman dari Ketua Umum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya (Opan). Opan menyindir praktik oknum ormas yang berlindung di balik profesi jurnalis untuk mengamankan proyek pemerintah.


Menurut Opan, perilaku oknum tersebut merusak citra profesi wartawan yang semestinya menjalankan fungsi kontrol publik dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara. Ia menegaskan bahwa profesi jurnalis diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan mengacu pada kode etik jurnalistik. “Keberadaan jurnalis bukan untuk back up proyek,” tegas Opan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Dugaan ini muncul setelah adanya aduan dari beberapa wartawan yang tengah melakukan investigasi terkait proyek pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan Kabupaten Bekasi senilai Rp. 98.562.000. Kontraktor proyek tersebut, yang berinisial SP, mengaku sebagai anggota salah satu ormas nasional dan wartawan sebuah media online. SP bahkan menunjukkan kartu identitas pers kepada warga yang mempertanyakan aktivitas truk proyek di lingkungan perumahan.

Warga setempat, seorang mantan Ketua RT yang juga memberikan keterangan kepada wartawan, mengungkapkan kekhawatirannya atas dampak lalu lalang truk proyek di lingkungan perumahan, terutama terkait keselamatan dan kerusakan jalan. Ia menyayangkan minimnya keterlibatan warga dalam proses pembangunan sarana olahraga (SOR) tersebut.


Opan meminta redaksi media online yang tertera pada kartu identitas pers SP untuk mencabut kartu tersebut dan memberikan pernyataan sikap tegas. Ia juga mengecam tindakan SP yang mengaku sebagai kontraktor sekaligus wartawan, memanfaatkan profesi jurnalis untuk kepentingan pribadi. “Ini merusak marwah Pers Indonesia,” ujarnya.

SP sendiri, saat dikonfirmasi, terang-terangan mengakui menggunakan kartu identitas pers untuk back up pekerjaannya. Kartu identitas pers yang ditunjukkan SP tertera nama sebuah organisasi kewartawanan nasional.

Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan adanya potensi penyimpangan dan penyalahgunaan profesi jurnalis untuk kepentingan pribadi dan proyek pemerintah. FWJ Indonesia mendesak agar pihak berwenang menyelidiki kasus ini secara tuntas.

Reporter: Johan Sopaheluwakan 

Tanggapi Berita Ini