Example floating
Example floating
DaerahEkobis

Natal dan Tahun Baru, Perdagkop dan UKM Kendari Intens Awasi Pasar

×

Natal dan Tahun Baru, Perdagkop dan UKM Kendari Intens Awasi Pasar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Berbagai upaya terus dilakukan oleh Dinas Perdagangan Koperasi (Perdakop) dan UKM Kota Kendari bersama pihak terkait, untuk menjaga ketersediaan prodak melalui kegiatan pengawasan.

Terlebih saat momen natal dan menghadapi pergantian tahun baru masehi, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Kendari intens melakukan pengawasan pasar, baik dari segi monitoring harga, ketersediaan, hingga kelayakan konsumsi prodak.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Kadis Perdagkop dan UKM Kota Kendari, Muhammad Saiful mengatakan, pengawasan pasar menjadi salah satu tugas utama, terlebih menghadapi hari-hari besar keagamaan termasuk pergantian tahun baru.

“Dinas Perdagangan Kota Kendari terus intens melakukan pengawasan, baik terhadap harga-harga komoditas pangan di pasaran, masa produksi, hingga ketersediaan komoditasnya. Pengawasan ini juga dilakukan termasuk bersama TPID Sultra maupun Kota Kendari, serta secara rutin oleh Bidang Perdagangan pada setiap minggunya,” ucap dia.

Kabid Perdagangan Disperdagkop dan UKM Kota Kendari, Idarianti menerangkan, dari hasil pengawasan pasar yang dilakukan, untuk natal dan menghadapi tahun baru masehi harga komoditas masih relatif stabil, terkecuali jenis cabe rawit.

Baca Juga :  Masyarakat Jenebatu Minta Pemerintah Kelurahan Lebih Responsif terhadap Kebutuhan Warga

“Kenaikan harga cabe rawit cukup drastis, yakni dari harga dibawah Rp 45 ribu menjadi Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogramnya. Hal ini disebabkan adanya gagal panen di daerah produsen sehingga ketersediaannya terbatas. Jadi bukan karena pengaruh natal atau tahun baru. Diperkirakan kondisi harga menjadi stabil pada Januari hingga Februari Tahun 2020,” terangnya.

Dia melanjutkan, sedangkan harga maupun ketersediaan komoditas lainnya relatif aman, mulai dari beras, telur, daging, hingga minyak goreng.

“Kami juga telah melihat stok beras di Bulog dimana ketahanan diperkirakan hingga tiga bulan kedepan.
Ida menambahkan, guna menjaga ketersediaan barang, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan pasar.

Reporter : Wa Ode Deli Yusniati

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit