
Faktual.Net, Muna Barat — Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Muna Barat (Mubar) menyelenggarakan Desiminasi Gerakan Moderasi Beragama di SMA Negeri 1 Barangka yang berlokasi di Desa Bungkolo, Kecamatan Barangka, pada Sabtu (19/10/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda atau generasi Z khususnya dikalangan pelajar untuk memelihara toleransi beragama di tengah-tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan ini, kapala kantor Kementrian Agama kabupaten Mubar, Ketua IPARI, para Kepala KAU se-Kecamatan Lawa Raya, seluruh penyuluh agama se-Kabupaten Mubar, sebagian besar Guru SMA Negeri 1 Barangka dan 40 orang siswa-siswi SMA Negeri 1 Barangka.
Kegiatan ini di buka langsung oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Muna Barat, H. Khalifah, S.Pd.,M.Pd.
Kepala sekolah SMA Negeri 1 Barangka, La Resi S.Pd, menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi peran IPARI dalam menyelenggarakan kegiatan di sekolahnya.
Menurutnya, pendidikan tentang moderasi beragama sangat penting bagi pelajar dan membangun karakter yang kuat dan berintegritas khususnya pada kehidupan d masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa-siswi, terutama dalam memperluas wawasan mereka tentang pentingnya menghargai perbedaan,” ujar La Resi.
Dia berharap kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mencegah terjadinya intoleransi di kalangan generasi muda.
“Ini membawa nilai positif dalam memecahkan masalah serta strategi untuk tercapainya kehidupan yang damai, nyaman dan harmonis ketika diperhadapkan dengan masyarakat yang berbeda agama dan kepercayaan satu sama lain,” tutur La Resi.
Sementara itu, Ketua IPARI Muna Barat, M.Fattah Dwi Artanto, S.Sos dalam pemaparanya menekankan bahwa moderasi beragama adalah sikap yang sangat relevan di kalangan pelajar sebagai bekal menghadapi tantangan globalisasidan radikalisme.
Dengan desiminasi ini, IPARI Kabupaten Muna Barat berharap gerakan moderasi beragama dapat terus di tanamkan di kalangan generasi muda khususnya kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Barangka sebagai pondasi dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarkat yang semakin plural.
“Saya berharap kepada adik-adik siswa SMA 1 Barangka ini mengenal apa itu moderasi beragama, ketika sudah mengenal adik-adik menjadi folontir-folontir yang kemudian mengkampanyekan gerakan oderasi beragam ini kepada siswa- siswi yang ada di Mubar khususnya di SMA 1 Barangka,” harapnya.
M.Fattah Dwi Artanto, menekankan siswa
yang mengikuti kegiatan ini semuannya tidak menjadi penyebab konflik atau sumber masalah semuanya yang menjadi peserta adalah orang-orang yang terpilih yang kemudian nantinya menjadi duta moderasi beragama ketika dilaksanakan kegiatan pemilihan duta moderasi beragama.
“Saya inginkan dengan adanya kegiatan ini terwujudnya kehidupan beragama dan berbangsa yang rukun, harmonis, damai dan toeran serta terciptanya masyarakat yang saling menghormati dan memahami satu sama lain,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua OSIS SMA Negeri 1 Barangka, Maharani menggungkapkan bahwa kegiatan ini untuk agen perdamaian dalam lingkungan meliliki keberagaman.
“Dengan adanya desiminasi kegiatan moderasi beragama yang saya rasakan yaitu saya lebih termotivasi untuk menjadi agen perdamaian dan menciptakan harmonis diantara umat beragama,” kata Maharani.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghindari gesekan-gesekan yang mengatas namakan agama dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama khususnya d kalangan pelajar. Selain itu, juga bisa memfilter pemahaman-pemahaman yang eksklusif yang merasa dirinya lebih benar dari yang lain.
Penulis: Lifitri
Editor: Kariadi















