Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
DaerahPertanian

Fasilitator Desa Program READSI Kabupaten Konawe & Kolaka Siap Implementasi

23
×

Fasilitator Desa Program READSI Kabupaten Konawe & Kolaka Siap Implementasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Kolaka, Sultra. Pelatihan Fasilitator Desa (FD) program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) Kabupaten Konawe dan Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang berlangsung selama tiga hari (10-12 Oktober 2019), bertempat di Hotel Pratama Kabupaten Kolaka resmi ditutup oleh Manajer READSI Kabupaten Kolaka Hairuddin, pada Sabtu, 12/10/2019.

Sebelum menutup pelatihan Fasilitator Desa, Hairuddin berpesan kepada seluruh Fasilitator Desa agar berkoordinasi dengan semua stakeholder yang ada di desa serta mengaplikasikan materi ilmu yang diperoleh selama pelatihan di wilayah dampingan masing-masing fasilitator.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

“Harapan setelah ini segera berkoordinasi dengan stakeholder di desa, serta materi yang diterima selama tiga hari dapat diaplikasikan di wilayah dampingan dengan baik, demi pencapain tujuan program READSI yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di desa,” harap Hairudin yang juga sebagai Kepala Bidang Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Kolaka.

Sementara itu Koordinator Wilayah (Korwil) READSI Sultra Nur Aisyah Rauf menekankan bahwa penutupan pelatihan adalah awal dimulainya implementasi kerja Fasilitator Desa. “Penutupan pelatihan ini adalah awal dari kegiatan READSI untuk tim Fasilitator Desa agar apa yang telah diterima bisa diimplementasikan di desa dampingan masing-masing FD,” tekannya.

Baca Juga :  Diskominfo SP Sulsel Perkuat Sinergi dengan BMKG Wilayah IV, Dorong Informasi Cuaca yang Lebih Akurat dan Cepat

Nur Aisyah Rauf juga mengingatkan kembali tentang tujuan keberadaan program READSI di tiga kabupaten yaitu Konawe, Kolaka dan Kolaka Utara adalah sebagai pemberdayaan pertanian untuk mendorong pencapaian peningkatan mata pencaharian masyarakat desa.

“Olehnya itu sebagai FD harus bisa menjadi agen perubahan kepada kelompok petani, dengan memaksimalkan bantuan non tehnis dalam bentuk pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kapasitas petani,” ungkap mantan Direktur Aliansi Perempuan Sultra ini.

Program READSI merupakan program Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung visi Pembangunan Pertanian yaitu terciptanya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani serta mendukung suksesnya program regenerasi petani.

International Fund for Agricultural Development (IFAD) adalah lembaga donor internasional yang menjatuhkan pilihan pendanaannya kepada pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Pertanian RI, selama lima tahun kedepan. Adapun perusahaan mitra pelaksana program READSI di Indonesia adalah PT Trans Intra Asia.

Reporter : Wa Ode Deli Yusniati

Tanggapi Berita Ini