Example floating
Example floating
Peristiwa

Peduli Kemanusiaan, GP. Ansor Tikep Salurkan Bantuan Untuk Ibu Wati

×

Peduli Kemanusiaan, GP. Ansor Tikep Salurkan Bantuan Untuk Ibu Wati

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net,Tidore. Atas nama peduli Kemanusiaan, Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kota Tidore Kepulauan, Sabtu, (5/10/19) menyambangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tidore Kepulauan dengan tujuan membesuk dan menyalurkan sedikit bantuan kepada Korban Gigitan Babi Hutan yakni Ibu Wati yang merupakan Warga Kelurahan Rum Balibunga Kecamatan Tidore Utara.

Dalam kunjungan tersebut, dipimpin secara langsung oleh Ketua GP. Ansor Kota Tikep Soepriadi Syahbudin yang didampingi oleh Ketua Satuan Koordintor Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Satkorcab Banser) , Mustafa Adam dan beberapa pengurus Ansor lainnya.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Sesampainya di RSUD Kota Tikep, kondisi Ibu Wati sudah mulai membaik, meskipun ada beberapa luka yang masih membekas ditubuhnya, seperti hilangnya jari kelingking pada bagian tangan kiri, dan salah satu urat dibagian tangan kanan yang nyaris putus akibat digigit babi hutan. Ibu Wati kini telah dirawat di Ruang Bedah RSUD Kota Tikep Kelas A.

Dalam kunjungan tersebut, Gerakan Pemuda Ansor Kota Tikep selain mendoakan Ibu Wati agar secepatnya disembuhkan, GP. Ansor juga memberikan sedikit bantuan kepada Ibu Wati berupa uang tunai senilai Rp. 2 Juta, yang bersumber dari sumbangan sukarela beberapa Anggota Ansor Kota Tidore Kepulauan.

“Meskipun kita belum saling kenal, namun atas nama kemanusiaan kami sangat prihatin dengan musibah yang menimpa Ibu Wati, semoga Ibu cepat sembuh dan bisa kembali pulang untuk berkumpul dengan keluarga, dan menjalankan aktifitas seperti biasa,” ungkap Ketua GP. Ansor Tikep Soepriadi Syahbuddin saat berbincang dengan Ibu Wati.

Dalam perbincangan itu, Ibu Wati juga ikut menceritakan kronologis kejadian, dia mengaku bahwa (Senin Pekan Kemarin), saat dirinya diserang Babi Hutan ia sempat melakukan perlawanan dengan menggunakan pisau, saat itu ia hanya berpikir untuk melindungi payudara dan perutnya karena takut jangan sampai dirobek oleh Babi maka sudah tentu ia tidak akan selamat.

“Awalnya saya dengan salah satu teman saya sedang makan di kebun, kemudian terdengar anjing menggonggong pertanda bahwa ada Babi, dan kami berdua kemudian lari untuk menyelamatkan diri menuju beberapa pohon di depan kami, hanya saja pohon yang kami tuju tidak memiliki cabang sehingga sulit untuk dipanjat,” ungkapnya.

Sementara satu temannya itu terus berlarian menuju ke kampung untuk meminta pertolongan, dan Ibu Wati karena merasa sedikit panik, ia mengaku sempat menabrak pohon saat berlarian, sehingga terjatuh. dari situ kemudian Babi Hutan langsung menyerangnya.

Reporter : Aswan Samsudin

Tanggapi Berita Ini