Faktual.Net, Muna, Sultra. Pengerjaan jalan Kolasa – Wakumoro menuai kecamatan dari masyarakat yang rumahnya berada disekitar jalan. Hal tersebut wajar sebab kontraktor proyek dan dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Muna terkesan tidak peduli dengan kondisi masyarakat sekitar yang setiap harinya dikena dampak negatif dari proyek tersebut berupa debu yang sangat mengganggu.
La Ode Aras mewakili masyarakat Kolasa mengatakan bahwa pihak kontraktor dan dinas PU Kabupaten Muna terkesan cuek dan tidak peduli dengan dampak buruk debu jalanan tersebut yang tentunya akan merusak kesehatan.
“Sebagai warga yang berdomisili disekitar jalan, kami sangat terganggu dengan debu yang setiap hari harus kami hirup, apalagi ini musim kemarau. Kami sangat menyayangkan dengan sikap dari kontraktor dan dinas PU Kabupaten Muna yang cuek dengan kondisi kami”, kata La Ode Aras kepada faktual.net, pada Selasa, 1/10/2019 di desa Kolasa.
Wakil ketua Brigade Kolaka Bersatu (BKB) ini meminta kepada kontraktor agar jalan ini disiram 2 kali sehari pagi dan sore, sehingga debu bisa berkurang.
“Kami ini tidak menghalang-halangi proyek pemerintah. Yang kami inginkan sederhana saja, agar pagi dan sore pihak kontraktor menyiram jalanan tersebut, sehingga debutnya bisa berkurang”, kata La Ode Aras.
La Ode Aras mengakhiri perbincangan dengan menitip pesan agar kontraktor segera menyelesaikan proyeknya, pihak PU Kabupaten Muna pedulilah dengan kondisi masyarakat sebab debu akan berdampak negatif terhadap kesehatan.
“Kami senang dengan adanya proyek ini karena manfaatnya akan kembali keemasyarakat juga, tetapi kalau keberadaan proyek kemudian kesehatan kami harus terganggu akibat menghirup debu, ini juga perlu kajian mendalam dan tentunya pemerintah lebih tau lah terhadap persoalan ini”, tutupnya.
Redaksi















