
Faktual.net, Kendari — Salah satu kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari mengingatkan Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk diam karena dinilai tidak cukup integritas untuk terlibat sampai menuding para Guru Besar yang mengkritik Jokowi bahwa itu skenario untuk memenangan paslon tertentu.
Melalui Wakil Sekertaris Umum Bidang Pembinaan Anggota (Wasekum PA) HMI Cabang Kendari, Zuhur Lamade menilI Bahlil Lahadalia tidak perlu berbicara soal sikap yang disampaikan oleh sejumlah Guru Besar civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi.
“Lebih baik Bahlil tak perlu berbicara soal kritikan para Guru Besar sampai mengatakan itu adalah skenario untuk paslon tertentu, karena masih banyak tugasnya yang harus dia selesaiakan, dan itu bukan pula wewenang dia,” Kata Zuhur.
Sosok yang akrab disapa Jip itu juga mengungkapkan bahwa Bahlil merupakan salah satu tokoh mantan aktivis dan tentunya pasti paham dengan kondisi yang ada, jadi tidak mesti risau karena menurutnya ada pihak-pihak tertentu yang punya wewenang soal tersebut. Dia juga menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh Guru Besar dari berbagai kampus adalah berangkat dari kajian ilmiah dan objektif.
“Jangan ditanggapi melalui pendapat-pendapat subjektif. Beliau (Bahlil) itu kan aktivis dan pasti paham soal itu. Tak perlulah serisau itu, masa aktivis tidak tau siapa pihak yang berwewenang soal itu. Apa yang mereka sampaikan berangkat dari kajian ilmiah dan objektif dalam memandang persoalan. Jangan sampai di asumsikan seperti itu, gerakan Bahlil itu gerakan yang subjektif,”ucapnya.
Menurutnya, Bahlil tidak memiliki integritas karena lebih mengedepankan kepentingan politiknya daripada rasionalitasnya. Para Guru Besar memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mengabdikan diri, juga memiliki integritas dan kredibilitas yang tinggi tidak seperti Bahlil yang sudah defisit integritas hanya karena memiliki kepentingan memenangkan salah satu paslon.
“Jadi jangan karena memenangkan salah satu paslon sampai melumpuhkan logika rasional. Saya paham betul kalau beliau aktivis. Tapi dia tak cukup integritas untuk menilai itu sebagai skenario, jangan lebih mengedapankan asumsi politiknya, mana ada orang yang punya integritas dan keridibilitas tinggi gerakan mereka ditunggangi. Sangatlah tidak mungkin skala UI, UGM, ITB, ITS, Universitas Padjajaran, di Tunggangi,” ujar Jip.
Jipo juga meminta pada pihak yang berkuasa untuk tidak melakukan gerakan intimidatif apalagi merendahkan. Dia juga meminta kepada Bahlil agar jangan ngawur karena terkesan menghina institusi perguruan tinggi.
“Kita ingin kekuasaan atau pihak penguasa dalam hal ini juga Bahlil tidak melakukan gerakan-gerakan menakutkan pada institusi perguruan tinggi. Karena siapa lagi yang kita mau percaya untuk melakukan riset-riset ilmiah kalau bukan mereka,”ujarnya.
“Sangat disayangkan sekali pernyataan Guru Besar dari berbagai kampus terkesan dituding kalau itu ditunggangi. Jadi jangan ngawur, karena apa disampaikan menghina dan merendahkan institusi pendidikan. Pantas Prof. Rocky Gerung mengatakan bukan lagi Bahlil tapi Bahlul” Tutupnya.















