Faktual.Net, Kendari, Sultra. Mengantisipasi bahaya radikalisme bagi organisasi anti Pancasila, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Quick Wins Kegiatan 1, berlangsung di Hotel Zenit Kendari pada Kamis, 22/8/2019.
Memperkuat empat konsensus kebangsaan dan tangkal radikalisme di wilayah provinsi Sulawesi Tenggara, menjadi tema FGD yang menghadirkan tiga orang narasumber, yaitu Dirbinmas Polda Sultra Kombespol Drs. Erfan Prasetyo, yang menyampaikan perlunya menjaga empat konsensus dasar negara yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. “Harapan saya kepada masyarakat dan mahasiswa untuk menjaga empat konsensus dasar negara itu harus mempunyai rasa ikut serta memiliki negeri ini dengan terpanggil untuk ikut serta dalam upaya bela negara,” ungkapnya.

K.H. Muslim Ketua NU Sultra sebagai narasumber kedua membawa materi dengan tema ancaman radikalisme terhadap empat konsensus dasar, menguraikan kondisi emosi beragama sebagai salah satu sumber radikalisme, “emosi beragama harus dikelola dalam rangka menjaga agama dan menjaga negara, bukan untuk radikalisme,” ungkap K.H Muslim yang juga ketua Majelis Ulama Sultra ini. Ia menambahka bahwa cara menangkal radikalisme dengan berkomitmen pada dua hal yaitu komitmen kebangsaan dan komitmen keagamaan.
Narasumber ketiga Dr. Abbas M.Ag dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) mengangkat materi dengan mengangkat tema dinamika perkembangan aliran keagamaan di Sultra. “Banyak aliran keagamaan di Sultra utamanya di kota Kendari seperti Salafi, Syiah, eks HTI, Ahmadiyah, Wahdaniyah Islamiyah, mereka berkembang begitu cepat dan ini bisa menjadi potensi sekaligus asset dalam keragaman agama yang harus dirangkul dalam rangka antisipasi radikalisme,” ungkap Dr. Abbas.
Peserta kegiatan FGD, berasal dari unsur organisasi mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), unsur media, serta unsur pemerintah dan anggota Polri.
Reporter : Wa Ode Deli Yusniati
















