faktual,net, Jeneponto, Sulsel – Diceritakan oleh sang ayah dari siswa yang bernama Ali Fatih Martika. Ananda Ali berangkat sekolah tetapi sampai di sekolah guru/ustazah belum datang
Sehingga Ali berinisiatif untuk memanfaatkan sarana bermain yang di siapkan oleh sekolah tetapi saat sedang bermain dia terjatuh dari alat bergelantungan (permainan) sehingga mengakibatkan cedera pada tulang tangan bagian kiri, Ucap Aco Gangdro kepada media, Kamis, (17/08/2023)
Atas kejadian ini, pihaknya mencoba menghubungi guru dan kepala sekolah tetapi sulit karena sempat tidak di respon dan kemudian ia mencoba untuk terus menghubungi sehingga salah satu guru akhirnya merespon.
Saat itu setelah telfon ayah dari siswi tersebut diangkat, pihaknya menanyakan kejadian tersebut termasuk kelayakan mainan yang ada tetapi dia tidak bisa menjelaskan karena saat kejadian dia tidak ada disana terkait kelayakan permainan dia mengatakan kalau mereka tidak tahu manahu terkait kelayakan sarana bermain tersebut.
Kemudian pihaknya menghubungi ketua yayasan sekolah untuk meminta penjelasan tentang kelayakan sarana bermain tersebut
karena ia beranggapan permainan itu tidak baik dan sebaiknya di singkirkan dari area bermain anak karena sudah mencederai anak kami tetapi ketua yayasan bersekiras kalau alat bermain itu sudah sesuai standar dan dia tidak mau melepas alat bermain tersebut,
Lebih jauh Aco Ngandro, Kejadian serupa juga pernah terjadi pada tahun 2019 lalu di sekolah tersebut, Anak pertama saya bernama Naden Putri Manurung yg harus mengalami cedera bagian kening dan harus dijahit sekitar tujuh jahitan (sampai sekarang masih terlihat bekas lukanya, Ungkapnya
“Saat itu anak saya dan teman2nya di arahkan untuk belajar di rumah panggung (Rumah Atas) dimana tangga naiknya itu tidak di lengkapi dengan pengaman yang baik sehingga anak saya terjatuh saat ingin menuruni tangga hingga bagian keningnya terbentur batu.
Setelah kejadian tersebut, Ketua yayasan juga hampir sama tidak ada respon padahal menurut kami itu murni kelalaian sekolah karena telah mengambil tindakan tanpa mempertimbangkan keselamatan (siswa TK).
Harapan kami agar sekolah ini bisa lebih baik kedepannya dengan mengedepankan keselamatan siswa di atas segala galanya serta dinas terkait dapat mengevaluasi semua sarana yg ada di sekolah tersebut, Pungkasnya Aco Ngandro
Media sudah berupaya untuk menghubungi pihak sekolah tersebut, yakni Ketua Yayasan, namun tidak respon sedikitpun.
Sehingga berita ini di turunkan belum ada tanggapan dari pihak sekolah TK UT Al Ulul Baab
Reporter














