Example floating
Example floating
DaerahEkobis

Muspika Dramaga Sidak ke Lapak Penjualan Hewan Kurban

×

Muspika Dramaga Sidak ke Lapak Penjualan Hewan Kurban

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Bogor – Jawa Barat – Untuk memastikan hewan kurban yang di jual di kawasan Dramaga, Kabupaten Bogor bebas dari penyakit kuku dan mulut (PMK). Muspika Dramaga lakukan kepada penjual hewan kurban, Rabu (15/6/2022).

Hal itu seiring adanya ratusan ternak di Pamijahan terjangkit PMK. Sidak tersebut salah satu upaya mengantisipasi penyebaran penyakit pada hewan kurban.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Muspika Dramaga bersama Kepala Desa Laladon dan Ciherang sambangi ke tempat penjualan hewan qurban di Jalan Lingkar Dramaga (JLD) dan Ciherang.

Camat Dramaga Teni Ramdhani, mengatakan menyikapi adanya kasus PMK. Kalo kita lihat dua wilayah Jonggol dan Pamijahan tersebut, Dramaga ini menjadi kawasan lintasan. Tetapi kita upayakan segala unsur stake holder baik itu RT,RW, Kepala Desa. Saat ini yang bisa lakukan adalah melakukan scrining seperti ini. Kita harus mengetahui bahwa distributor atau penjual ini mendatangkan hewan qurban berasal darimana itu yang bisa kita scirining,” ujarnya

Kemudian kita lihat apakah ada surat keterangan kesehatan. Sehingga kita bisa laporkan nantinya. Karena distributor atau suplier pasti dari tempat yang berbeda beda.

Baca Juga :  BHPP DPC Partai Demokrat Gowa Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyebaran Hoaks ke Polres Gowa

Untuk di Kecamatan Dramaga penjual hewan qurban sudah memilki surat keterangan kesehatan hewan. Dan itu sebagai bukti bahwa sapi sapi yang dijual disini sudah melalui scrining dari dokter hewan. Dan Alhamdulillah sehat semua,” terangnya.

Sementara itu penjual hewan qurban asal Bima Nusa Tenggara Barat Lukman menuturkan, dari awal sapi sebelum masuk kesini di seleksi, diambil sampel darah, cek kesehatan wajib dilaksanakan dari Pemerintah Bima. Oleh karena itu dari Pemerintah pusat juga telah mengizinkan kami dari Bima dapat menjual sapi disini,” ucapnya.

Lanjut Lukman, memang selama covid dan sekarang adanya PMK. Alhamdulillah penjualan ada peningkatan sampai 40 persen. Yang awalnya beli 3 ekor sapi sekarang jadi 10 ekor.

Adapun sapi yang di jual dilapak Lukman ada 140 ekor. Harga sapi bervariasi mulai dari 15 juta sampai 30 juta tergantung bobot sapi itu sendiri,” ungkapnya.

Tanggapi Berita Ini