Faktual.net,Bima. Memiliki putra-putri yang berkompeten dibidang Olahraga merupakan suatu kebanggaan sekaligus diklaim bisa membawa harum nama baik daerah di kanca Nasional, hingga selayaknya patut diberikan penghargaan.
Namun siapa sangka, fakta yang terkuak di Kabupaten Bima, NTB. Bukannya memberikan apresiasi, justru Pemerintah setempat seolah-olah menutup mata, saat 31 atlet pencak silat mengikuti kejuaraan nasional di Dempasar beberapa hari lalu.
Hal itu terbukti mereka tidak kunjung diberikan pemerintah biaya operasional untuk kembali di daerah asalnya.
Menyoroti hal itu, pegiat media sosial (Medsos) menyentil sikap Pemerintah Kabupaten Bima, karena menurutnya, mereka tengah sibuk mendongrak lobi politik sebagai modal menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada), sehingga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bima tidak responsif terhadap prestasi yang disabet putra-putri daerahnya
Bahkan lebih miris lagi kata dia, para Atlet sempat tidur terlantar saat berada di Dempasar dan transportasi yang ditumpanginya untuk kembali di Bima dinilai tidak layak.
“Sudahlah berhenti berharap dukungan dari KONI, toh ketua KONI (Indah Dhamayanti Putri) sedang sibuk lobi sana sini untuk kepentingan Pilkada,” sentil pemilik akun Facebook, Badai Ntb melalui cuitannya, Kamis (30/1/20).
Meski begitu, wanita asal Desa Ngali ini tetap memberikan suport terhadap 31 atlet yang tersebar dari berbagai wilayah di Kabupaten Bima itu, meskipun perjuangannya luput perhatian pemeritah setempat.
“Adek-adek atlet harus tetap semangat, sebab keberpihakan pemerintah terhadap kalian hanya sekedar pengklaiman saat kasus penelantaran seperti ini menjadi firal, bisa ditebak saat kalian sampai di Kabupaten,” pungkasnya.
Reporter : Juliadin
















