Faktual.Net, Tidore. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tidore Kepulauan kembali memprioritaskan agenda utama terkait dengan pengadaan mobil pemadam kebakaran pada tahun 2019.
Rencana pengadaan tersebut saat ini telah dibuat telaan untuk persiapan diajukan ke Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) Kota Tikep.
“Untuk telaannya sudah disediakan tinggal diajukan ke bapelitbang, dan besar harapan kami di 2019 mendatang ada tambahan mobil damkar, mengingat mobil yang ada saat ini sudah lama sehingga sering rusak-rusak,” ungkap Sekertaris Satpol PP Bonita Manggis saat ditemui pada Rabu, (29/8/18) di ruang kerjanya.
Alasan mendasar Satpol PP memprioritaskan pengadaan mobil pemadam kebakaran itu dikarenakan empat unit mobil pemadam kebakaran milik Satpol PP saat ini sudah lama terpakai sejak Tidore masih berada di bawah pemerintahan kabupaten Halmahera Tengah, sehingga dengan melihat lamanya pemakaian, membuat tiga mobil pemadam kebakaran dalam kondisi memprihatinkan dan tak layak dipakai, beserta satu mobil tangki yang sudah mengalami rusak berat.
“Kami rencanakan untuk penambahan mobil pemadam sebanyak dua unit, pengadaan mobil penyuplai tangki 1 unit, mesin portabel 1 unit, hal ini dilakukan agar kami tidak kesulitan dalam mengatasi masalah kebakaran, sebab bagaimana pelayanan bisa maksimal sementara sarana prasarana tidak memadai, hal seperti ini jika tidak diseriusi maka kita akan sulit menghindari amukan masyarakat apabila terjadi kebakaran,” tambahnya.
Kendati demikian, Bonita menegaskan bahwa apabila terjadi kebakaran di Kota Tikep pihaknya tetap berupaya untuk memaksimalkan kemampuan yang ada walaupun dipenuhi dengan segala keterbatasan.
Selain pengadaan mobil Damkar, wanita pendiri kantor Perizinan dan PTSP Kota Tikep itu juga berharap di 2019 mendatang pihaknya juga dapat dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan diklat dasar bagi anggota Damkar, sehingga dengan begitu para anggota damkar juga dibekali pengetahuan akan penindakan saat kebakaran.
“Sejauh ini belum ada diklat yang dilakukan bagi anggota damkar, untuk itu kalau dialokasikan anggaran pada tahun 2019, maka target kami 20 orang akan diberangkatkan untuk ikut diklat,” ujarnya.
[Suratmin Idrus]















